REI Jatim: Penyerapan Apartemen Turun, Ruang Kantor Naik

 

REI Jatim: Penyerapan Apartemen Turun, Ruang Kantor Naik

Penyerapan apartemen di Jawa Timur mengalami penurunan. Sementara pasokan untuk ruang perkantoran mengalami kenaikan. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua REI Jatim Rudiansyah. “Jika tahun 2013, penyerapan apartemen mencapai 97,2 persen, tahun ini melorot menjadi 85,7 persen,” katanya.

Ia lalu mengatakan, penurunan penyerapan ini diperkirakan tidak sampai menyentuh angka 50 persen. Alasan pembelian apartemen untuk investasi memiliki proporsi hingga 65 persen.

Sementara, sambung Rudiansyah, prospek bisnis ruang perkantoran di Jawa Timur diyakini sangat menjanjikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi di Jatim, khususnya di Surabaya yang relatif stabil.

Tahun ini, ruang perkantoran diperkirakan terjadi penambahan 20 ribu meter persegi ruang perkantoran. Bahkan dua tahun mendatang tambahan bisa lebih dari 130 meter persegi. Harga ruang kantor di Jawa Timur berada dalam kisaran Rp 20 juta per meter persegi. Pasokan ruang perkantoran tersebut ditawarkan melalui sewa dan strata tittle.

“Tak sedikit perusahaan yang malah membeli ruang perkantoran di Surabaya sebagai investasi,” ungkap alumnus ITS Surabaya ini.

Dia menambahkan, posisi Surabaya sebagai kota bisnis terbesar kedua setelah Jakarta punya andil besar mendorong tumbuhnya banyak bisnis baru. Ini pada gilirannya akhirnya meningkatkan permintaan terhadap ruang perkantoran,” papar Rudiansyah.

Kata Rudiansyah, salah satu pasar ruang perkantoran yang paling banyak mendapat incaran adalah untuk segmen start-up business atau perusahaan yang baru mulai merintis usaha. Perusahaan seperti ini biasanya tidak membutuhkan ruang kantor yang sangat luas.

Beberapa perusahaan rintisan itu bergerak di berbagai sektor, di antaranya industri kreatif, desain, arsitektur, fotografi, dan event organizer). Ada pula sektor jasa konsultasi sumber daya manusia dan keuangan, kemudian properti dan perdagangan.

“Perusahaan rintisan yang menjamur di Surabaya cukup banyak. Ini sangat strategis karena posisi Jawa Timur bisa menjadi hub bisnis di Indonesia,” tandas Rudiansyah.

Menurut Rudiansyah, ada beberapa penting yang dibutuhkan perusahaan baru terkait fasilitas ruang kantor tersebut. Salah satunya, akses dan lokasi yang strategis. Ini karena mereka ingin menjangkau konsumen dan calon konsumen lebih banyak. “Dengan menempati area strategis, bisnis tentu mereka mudah dikenali dan dijangkau,” tegasnya. (wh)