REI Dorong Surabaya jadi Pioner Pelayanan Perizinan

REI Dorong Surabaya jadi Pioner Pelayanan Perizinan
sandhi nurhartanto/enciety.co

Kota Surabaya diharapkan jadi pioner pelayanan perizinan. Salah satunyan dengan mempercepat pengurusan perizinan pengembangan perumahan selama enam bulan saja.

“Di Indonesia, para pengembang perumahan biasanya membutuhkan waktu dua tahun untuk mendapatkan izin dari pemerintah daerah,” ujar Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim Paulus Totok Lusida kepada enciety.co, Jumat (30/10/2015).

Biasanya, terang dia, para pengembang sebelum membangun harus mengantongi izin dari pemerintah daerak seperti advice planning atau izin prinsip, Izin Perubahan Penggunaan Tanah (IPPT) dari BPN, dan izin lokasi. Usai mendapatkan berbagai perizinan tersebut, baru pengembang perumahan mengurus perizinan Upaya Pengelolaan lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan baru izin Amdal Lalu Lintas serta drainase. Sedang di Surabaya, para pengembang perumahan hanya membutuhkan Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK).

REI Jatim sendiri kini telah membentuk sebuah pokja yang terdiri dari 10 orang yang dipimpin Heppy Gunawan, Direktur Intiland Tbk

bersama 10 dari Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemkot Surabaya untuk mempersingkat perizinan pembangunan perumahan.

“Pokja REI bersama SKPD Pemkot Surabaya sudah berjalan sebulan ini. Dan saya sendiri sudah membuktikan bila mengurus SKRK yang biasanya memakan waktu lama, ternyata hanya sebulan saja,” tutur dia.

Totok Lusida juga mengungkapkan, dengan total 700 anggota REI di Jatim pada tahun 2015 ini, perizinan bagi pengembang perumahan dapat dimudahkan. Bila 6 bulan mendatang Pemkot Surabaya benar-benar bisa melakukan terobosan 6 bulan pengurusan, maka dirinya berharap agar semua daerah meniru langkah Pemkot Surabaya. “Daerah lain wajib mencontoh bila baik kan,” tutupnya. (wh)