Rebound Dolar Tekan Harga Emas

Rebound Dolar Tekan Harga Emas

Harga Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange  turun pada  perdagangan, Rabu (7/12/2016).  Penurunan ini disebabkan dolar AS berbalik menguat atau “rebound” setelah mengalami penurunan tajam pada Senin (5/12/2016).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 6,4 dolar AS, atau 0,54 persen, menjadi  1.170,10 dolar AS per ounce. Penguatan dalam dolar AS memberikan tekanan terhadap emas, karena indeks dolar AS yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,35 persen menjadi 100,51.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Para pedagang juga dengan hati-hati memantau situasi di Italia yang terus berkembang. Investor takut kemungkinan Italia keluar dari Uni Eropa, yang dapat mendestabilisasi Uni Eropa dan sebagai akibatnya memberikan dukungan bagi emas.

Tetapi informasi terbaru telah mengindikasikan bahwa meskipun perdana menteri Italia mengundurkan diri, tidak ada tanda-tanda lain bahwa negara itu akan keluar dari Uni Eropa.

Emas mendapat dukungan ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Selasa (6/12/2016) menunjukkan bahwa defisit perdagangan internasional AS meningkat menjadi negatif  USD 42,6 miliar, sebuah angka yang analis catat termasuk penurunan 1,8 persen di ekspor. Laporan ini mendukung emas, karena melemahnya ekspor AS bukan pertanda baik untuk kekuatan ekonomi AS.

Perak untuk pengiriman Maret turun 8,9 sen atau 0,53 persen menjadi  USD 16,81. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD 2,9 atau 0,31 persen ditutup pada USD 935,70 per ounce.  (xha/ant)