Reblood, Bantu Atasi Kekurangan Stok Darah

Reblood, Bantu Atasi Kekurangan Stok Darah
Muhammad Zuhri, Ari Agustina, Leonika Sari, Faizal Setia Putra dari Reeblood saat mengikuti meeting mentoring di Spazio Surabaya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Tiap tahun, Palang Merah Indonesia (PMI) butuh 4,8 juta darah. Namun kebutuhan darah yang masuk ke PMI dari seluruh Indonesia hanya berkisar 2,5 juta kantong per tahunnya.

Belum teratasinya masalah kekurangan di Indonesia menginsiprasi Leonika Sari membuat Reblood. Perusahaan startup ini membantu memberikan bantuan informasi mendetail tentang kegiatan donor darah di Surabaya.

“Banyaknya event donor darah diadakan, namun kebanyakan para pendonor aktif tidak mengetahui jadwal acara tersebut,” kata Leonika saat dikonfirmasi enciety.co.

Ia lalu menjelaskan beberapa program, di antaranya membuat list jadwal event donor darah di Kota Surabaya. Menurut dia, Surabaya memiliki pendonor darah terbesar di Indonesia. Hanya saja tidak mencukupi lantaran Kota Surabaya harus mencukupi ketersediaan darah di daerah sekitarnya.

Menurut Leonika, kebanyakan mereka yang aktif dalam menjadi pendonor hanya berkesempatan mendonorkan darahnya ketika ada event satu tahun sekali di sekolah, kampus atau kantor tempatnya bekerja.

“Bayangkan jika mereka dapat mendonorkan darahnya secara rutin, karena setiap individu dapat mendonorkan darahnya kurang lebih selama 3 bulan sekali.  Jika mereka dapat mendonorkan darah mereka secara rutin 2 kali selama satu tahun, maka tidak menutup kemungkinan jika kebutuhan darah di Surabaya dan Indonesia akan terpenuhi,” terang dia.

Reblood juga memiliki program reminder atau pengingat bagi para pendonor darah. “Kegagalan para pendonor aktif ketika mendonorkan darah adalah mereka lupa jadwal ketika event donor darah. Seperti yang kita ketahui, untuk mendonorkan darahnya, para pendonor harus menjalanani mekanisme yang ketat. Salah satunya menjaga kesehatan dengan makan sebelumnya, tidak boleh minum obat sebelum donor, dan lain sebagainya,” urai dia.

Saat ini, Reblood telah memiliki ratusan member aktif yang telah terdaftar. Kebanyakan mereka yang terdaftar adalah para mahasiswa yang tersebar  di Surabaya.

“Juga ada pekerja kantoran. Namun, paling banyak mereka yang berumur 17 hingga 35 tahun,” papar dia

Reblood didirikan pada Mei 2015. Mereka yang terlibat adalah Leonika Sari (CEO Reblood),  Faizal Setia Putra (Manager Kreatif Lead), Ari buat Agustina (Manager Konten Lead), Muhammad Zuhri (Manager Teknikal Lead), Abdien Gunarta (Manager Konten Lead).

Untuk menjalani usahanya, Reblood berkolaborasi dengan beberapa perusahaan. Di antaranya, perusahaan air minum Cheers, M-Radio, Suara Surabaya.

Ke depan, mereka ingin area informasi yang dapat dijangkau Reblood akan berkembang hingga ke seluruh Pulau Jawa. “Untuk saat ini memang masih di Kota Surabaya, namun kami ingin dapat menjangkau seluruh kota yang ada di Pulau Jawa, Setelah itu baru kami akan menjangkau seluruh daerah yang ada di Indonesia,” tandas dia. (wh)