Realistis, Pertumbuhan Ekonomi 5,8 – 6,2 Persen

Tarif Angkutan, Menteri Keuangan, Pemerintah Daerah, Himbauan

Pemerintah menilai, asumsi pertumbuhan ekonomi 2016 pada range 5,8-6,2 persen masih sangat realistis. Asumsi ini didasarkan pada outlook ekonomi global yang akan membaik dengan asumsi pertumbuhan dunia yang mencapai 3,8 persen pada 2016.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, dengan membaiknya ekonomi global akan berpengaruh pada perekonomian beberapa negara yang menjadi partner perdagangan Indonesia sehingga bisa menggenjot ekspor. “Dengan pertimbangan potensi dan risiko baik domestik maupun eksternal asumsi pertumbuhan ekonomi 5,8-6,2 persen pada 2016 cukup realistis. Perkiraan membaiknya ekonomi global 2016 diharapkan bisa membantu kinerja ekonomi nasional,” ujar Bambang.

Faktor domestik yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi 2016, yakni konsumsi rumah tangga dan investasi. Pemerintah optimistis dengan asumsi tersebut mengingat, inflasi yang dinilai masih terkendali pada level 4 persen plus minus 1 persen. Kemudian, adanya pemilu kepala daerah (pilkada) yang mampu meningkatkan investasi dari lembaga non profit, serta demografi yang didominasi oleh usia produktif yang akan mendorong konsumsi.

Lebih lanjut, investasi langsung pun akan tumbuh signifikan, karena adanya perbaikan infrastruktur transportasi dan pelabuhan; dan topangan dari belanja modal serta penyertaan modal negara (PMN) untuk menunjang kinerja perbaikan investasi pemerintah dan BAdan Usaha Milik Negara. Dan yang terakhir, dengan dukungan perbaikan iklim usaha yang akan mendorong peran investasi swasta melalui skema kerjasama pemerintah dan swasta. Variabel itu cukup menjadi asumsi meyakinkan pertumbuhan ekonomi tahun 2016. (bst)