Realisasi Kerja Sama BlackBerry-Foxconn Masih Panjang

Realisasi Kerja Sama BlackBerry-Foxconn Masih PanjangRencana BlackBerry menjalin kerjasama dengan Foxconn untuk berinvestasi di Indonesia masih belum mendapat kepastian. Informasi dari realisasi rencana investasi perakit gadget asal Taiwan kembali menghangat, pertanda jalannya masih panjang.

Seperti ditulis enciety.co (Sabtu, 21/12/2013), BlackBerry mengandeng Foxconn, pemasok perangkat dan komponen elektronik terbesar di dunia, selama lima tahun. Fokus awal kemitraan ini adalah penyediaan ponsel pintar untuk Indonesia dan pasar berkembang lain yang ditargetkan pada awal 2014.

Kabar ini sebenarnya semula dilansir agen Reuter bahwa salah satu anak usaha Foxconn, Hon Hai Precision Industry berharap untuk bisa segera menjalin kesepakatan dengan pemerintah Indonesia dalam waktu dekat.

Simon Hsing, juru bicara Hon Hai Precision Industry berharap, pihaknya dan Pemerintah Indonesia bisa menandatangai nota kesepahaman secepatnya bulan Mei 2013. Nota kesepahaman ini akan berisi soal minat investasi Foxconn di Indonesia serta permintaan perlakuan khusus yang Foxconn minta.

Menurut Simon, saat itu, pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan beberapa produsen ponsel lokal di Indonesia. Namun ia enggan membeberkan jati diri dari perusahaan ponsel ini.

Yang jelas, Foxconn akan memproduksi ponsel dengan bendera lokal. Setelah itu akan menjual di pasar domestik saja. Jadi tidak untuk di ekspor. “Jadi kami akan masuk ke pasar ponsel Indonesia yang nilainya diprediksi bisa mencapai US$ 2,4 miliar,” kata Simon Hsing.

Menteri Perindustrian MS Hidayat waktu itu langsung merespons bahwa rencana investasi Foxconn sempat terkendala karena beberapa keinginan mereka terganjal regulasi. Salah satunya adalah masalah bea masuk komponen yang dinilai produsen pemasok Apple Inc ini terlalu tinggi. Persoalan ini menyebabkan rencana Foxconn untuk berinvestasi pada tahun 2012 jadi molor. Namun, ia yakin, di semester pertama 2014 ini, investasi Foxconn akan terlaksana.

Foxconn sendiri ingin cepat merealisasikan investasi di Indonesia, akibat melambatnya bisnis gadget di pasar Amerika Serikat. Sementara pasar handset di Indonesia sangat besar dan seluruhnya nyaris produk impor.

Meski Simon enggan membeberkan nilai investasi Foxconn di Indonesia, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pernah berucap bahwa nilai investasi Foxconn sekitar US$ 5 miliar hingga US$ 10 miliar dalam tiga tahap.

Agustus 2013

Bulan Agusutus 2013 Menteri Perindustrian MS Hidayat mengumumkan rencana investasi Foxconn Technology Group (Foxconn) berinvestasi ke Indonesia masih terkendala. Ada persoalan teknis yang harus diselesaikan oleh pabrikan komponen elektronik multinasional asal Taiwan tersebut.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menerima salinan surat elektronik (e-mail) dari salah satu deputi Foxconn

“(Isinya) menyatakan bahwa perundingan, mereka belum puas 100%. Ada beberapa keinginan yang masih dirundingkan, meski cukup lama,” terang Hidayat,

Menurutnya, Foxconn meminta perundingan diselesaikan secepatnya supaya direktur utama produsen mitra Apple ini bisa datang ke Indonesia. “Sama sekali soal teknis saja,” imbuhnya. Selain permasalahan teknis, Foxconn juga mengeluhkan substansi kerja sama.

KTT Asia

Disela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik bulan Oktober 2013 juru bicara Foxconn, Simon Hsing menginformasikan Foxconn atau Hon Hai Precision Industry Co Ltd, produsen gadget asal Taiwan masih mencari mitra lokal yang handal agar bisa memproduksi perangkat gadget di Indonesia.

Rencananya, perusahaan yang memproduksi produk Apple itu bisa beroperasi di Indonesia tahun 2014. Sebagaimana diketahui, tahun lalu, Foxconn sudah mengumumkan untuk investasi di Indonesia. Namun, rencana tersebut tertunda karena belum tuntasnya pembicaraan dengan pemerintah Indonesia dan juga mitra lokal.

“Tahun 2014 kami akan memiliki perusahaan, setelah mendapatkan mitra nanti akan kami umumkan posisi dan persiapan kami,” katanya.

Mengenai rencana investasi itu, Terry Gou Chairman Foxconn menolak memberikan rincian nilai inevstasinya di Indonesia. Ia hanya bilang, perusahaan ingin sedang mencari mitra untuk memproduksi gadget dan produk lainnya di Indonesia.

November 2013

Akhir bulan November 2013 tersiar kabar jika Foxconn atau Hon Hai Precixion Industry Co Ltd, produsen gadget asal Taiwan tertarik membangun pabriknya di Yogyakarta. Para petinggi Foxconn telah bertemu dengan Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X untuk menyampaikan niat mereka tersebut.

Sejauh ini, Sultan mengatakan Yogyakarta terbuka bagi Foxconn untuk membangun pabrik. Hal itu dikatakan Menteri Perindustrian MS Hidayat di Istana Merdeka, Rabu (20/11/2013). Menurutnya, perusahaan yang memproduksi produk Apple ini menjadikan Yogykarta pilihan kedua setelah Jakarta untuk menjajaki pembangunan pabriknya.

Bagi Hidayat, jika Foxconn jadi membangun pabrik di Indonesia, maka hal itu menguntungkan Pemerintah Indonesia. Pasalnya, selama ini, Indonesia mengimpor telepon genggam sebanyak 70 juta per tahun dengan nilai sekitar US$ 5 miliar. Dengan masuknya Foxconn di Tanah Air, diharapkan impor gadget semakin berkurang, karena sudah diproduksi dalam negeri.

Sebelumnya, Foxconn mengumumkan rencana pendirian basis produksi di Modern Cikande Industrial Estate di Serang dengan nilai investasi US$ 5 miliar – US$10 miliar, bertahap 5 tahun sampai 10 tahun ke depan. Investasi itu untuk memproduksi sebanyak 3 juta handset per tahun.

Rencananya pendirian pabrik tersebut dimulai pada akhir 2012, namun tertunda karena permasalahan yang tidak diumumkan kepada publik. Kemudian di sela-sela KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik di Bali, Juru Bicara Foxconn Simon Hsing mengatakan pada tahun 2014 mendatang, mereka akan memiliki perusahaan yang beroperasi di Indonesia. (kontan/bh)