Ray White : Pertumbuhan Properti Naik 20 Persen

 

Ray White : Pertumbuhan Properti Naik 20 Persen

Pelambatan penjualan properti pada kuartal kedua melalui agensi penjualan tidak membawa dampak yang signifikan. Catatan Ray White pada periode kuartal kedua mengalami pertumbuhan sekitar 20 persen dibanding kuartal pertama.

Diperkirakan hingga akhir tahun, pertumbuhan tersebut masih berkisar di angka serupa setelah geliat tahun politik sudah berlalu. Hal ini yang mendorong Ray White menggandeng perbankan untuk memberikan kemudahan pembiayaan pembelian properti.

“Sepanjang 11 bulan kita banyak mengalami tantangan disektor properti. Mulai dari cooling measure dari BI berupa larangan KPR inden, dan kenaikan loan to value. Situasi sulit ini masih bisa kita atasi dengan pertumbuhan yang lebih baik, meski sedikit melambat,” ujar CEO Ray White Johan Boyke Nurtanio di Surabaya, Jumat (29/8/2014).

Boyke menyebut komposisi penjualan didominasi residensial sebesar 70 persen. Sedang 30 persen adalah komersial. Dari 70 persen residensial tersebut didominasi Rumah Tapak atau hunian sebesar 75 persen, dan 25 persen adalah rumah vertikal atau apartemen.

Dimana sepanjang tahun 2013, Ray White mampu menjual sekitar 13.000 unit baik perumahan maupun apartmen. Dimana transaksi yang dibukukan mencapai USD 1 juta atau setara dengan Rp 11.5 miliar. Nilai tersebut diperkirakan pada tahun 2015 akan lebih besar, mengingat siklus perekonomian membaik pasca pemilu dan pilpres.

“Itu alasan kami menggandeng pihak bank. Hal ini untuk memudahkan pembiayaan pembelian disektor perumahan. Utamanya sektor landed yang masih membaik di sejumlah daerah,” ungkap Boyke.

Ungkapan ini tidak lepas dari opportunity KPR residensial yang masih 30 persen, sedangkan rumah mewah atau komersial KPR mencapai 70 persen.

Terpisah, Secured Loan Division Head Bank OCBC NISP Dwidadi Sugito menjelaskan kerjasama ini untuk mengejar target. “Hingga kuartal kedua kita baru tercapai Rp 1,2 triliun dari target Rp 2,5 triliun. Catatan ini masih jauh dari target kita,” tuturnya.

OCBC NISP berharap kerjasama dengan Ray White ini sama-sama mendorong kemudahan pembelian rumah melalui KPR. Salah satunya dengan memberi fix rate untuk tiga tahun sebesar 11,2 persen, fix dua tahun 10,69 persen, dan 8,08 persen. (wh)