Raup Untung Gede dari Jualan Tempat Pensil dan Kartu Nama

Raup Untung Gede dari Jualan Tempat Pensil dan Kartu Nama
Pelaku UKM Surabaya mengikuti pelatihan handicraft Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Minggu (26/7/2015). arya wiraraja/enciety.co

Pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, kali ini menggelar pelatihan handicraft dengan tema bazar. Kegiatan periodik ini diikuti ratusan pelaku usaha kecil menengah (UKM) se-Kota Surabaya. Dalam pelatihan tersebut diajarkan membuat tempat pensil dan kartu nama. Kedua barang tersebut dibuat dari bahan dasar kertas karton.

“Untuk lapisannya, kita dapat membuatnya dari bahan olahan eceng gondok, kain sisa jahitan dan bahan pelepah pisang,” papar Nanik Heri, koordinator pelatihan handicraft Pahlawan Ekonomi kepada enciety.co, Minggu (26/7/2015).

Cara membuatnya, terang Nanik, karton jenis K30 di potong sesuai ukuran yang dikehendaki. Ada dua lem yang dipergunakan, pertama, jenis lem yang daya rekatnya kuat seperti rajawali dan lem fox. Lem ini berguna untuk merekatkan bahan dasar karton. Lem yang kedua adalah jenis lem yang lebih lemah daya rekat dan warnanya lebih bening.

“Lem yang kedua digunakan untuk merekatkan hiasan pada kerangka yang kita buat,” terang dia.

Nanik lalu memaparkan, waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu tempat tisyu, kurang lebih sekitar satu jam. “Agar produk yang dihasilkan bagus, kita akan menghabiskan banyak waktu untuk proses pengeleman, pemolesan, dan pengeringan,” sebut dia.

Nanik juga menjelaskan jika semua bahan baku yang diperlukan bisa didapatkan di semua toko kertas dan alat tulis yang ada di Surabaya.

“Jika dilihat sudut pandang ekonomi, kita hanya mengeluarkan modal Rp 10 ribu. Dari modal tersebut kita dapat menjual hasil produk tempat tisu dan kartu nama tersebut dengan harga Rp 25 sampai Rp 30 ribu per buahnya,” imbuhnya.

Menurut Nanik, produk tempat tisu dan kartu nama ini bisa menjadi produk unggulan Pahlawan Ekonomi nantinya. “Dengan harga yang terjangkau dan memiliki banyak manfaat. Barang ini laris manis jika diproduksi dengan baik,” jelas dia.

Dalam kesempatan tersebut, Nanik mencontohkan apa yang dilakukan oleh teman-temannya pelaku UKM di Surabaya. “Jika produk yang dihasilkan rapi dan menarik, kita bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat-lipat dari hasil kerja kreatif kita,” imbuhnya.

Pahlawan Ekonomi adalah program yang didukung oleh pemerintah kota dan seluruh pihak yang terkait. Program ini digalakkan dengan tujuan agar mempersiapkan sumber daya manusia masyarakat Kota Surabaya untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diberlakukan pada Desember 2015 mendatang. (wh)