Raup Laba Rp 678 M, Kredit BTN Tumbuh 18,17 Persen

Raup Laba Rp 678 M, Kredit BTN Tumbuh 18,17 Persen
foto:rmol.co

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mampu melakukan penyaluran kredit sebesar 123,3 triliun hingga Mei 2015 lalu di tengah perlambatan ekonomi yang cukup memukul dunia usaha di dalam negeri. Capaian kredit yang dibukukan itu naik 18,17 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 104,4 triliun.

“Permintaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah, Red) masih bagus, terutama ditopang program (pembangunan) satu juta rumah yang digagas pemerintah,” terang Dirut BTN Maryono.

Dengan kemampuan ekspansi kredit yang cukup bagus, bank BUMN yang fokus pada pembiayaan perumahan ini mencatat laba bersih Rp 678 miliar sampai Mei 2015, atau tumbuh 49,88 persen dibanding Mei 2014 yang mencatat penerimaan laba bersih sebesar Rp 452 miliar.

“Peluang untuk tumbuh pada semester dua masih cukup besar. Kita optimistis ekonomi ke depan akan semakin bagus sehingga akan memberi kontribusi pada peningkatan kinerja BTN pada tahun ini,” imbuhnya.

Dia menyebutkan hasil positif yang dicatat BTN sepanjang lima bulan pertama di 2015 bukan hanya dari sisi kredit. Disebutkan dia, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 10,95 persen atau meningkat menjadi Rp 111,5 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 100,5 triliun.

Sementara asset perseroan hingga Mei 2015 tercatat sebesar Rp 152,8 triliun, atau tumbuh 14,01 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 134 triliun.

Maryono mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit BTN yang signifikan itu ditopang oleh program sejuta rumah yang digagas pemerintah sejak awal tahun ini. “Program ini cukup meningkatkan demand rumah terutama di kelas Masyarakat Berpenghasilan Rumah (MBR),” katanya.

Terkait dengan pelambatan ekonomi dimana pada kuartal satu 2015 hanya mampu tumbuh 4,71 persen, dinilai Maryono tidak memberi pengaruh banyak pada pembiayaan ke perumahan bagi MBR. “Kredit untuk kelas menengah ke bawah masih cukup bagus. Terbukti alokasi skema kredit FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, Red.) telah habis,” katanya.

Sementara itu menyambut Hari Raya Idul Fitri, manajemen BTN menyiapkan uang tunai Rp 24,6 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding persediaan bulan-bulan biasa. “Kami siapkan kebutuhan uang tunai itu dari tiga minggu sebelum hingga satu minggu setelah lebaran,” ungkap Maryono.

Bank BTN sendiri memasok persediaan uang tersebut ke 1.830 unit ATM dan 854 outlet di kantor cabang Bank BTN di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut dialokasikan sekitar Rp 7,13 triliun untuk dipasok ke ATM dan selebihnya sebesar Rp 17,5 triliun. (wh)