Ratusan Sopir Bemo Surabaya Kepung Grahadi

Ratusan Sopir Bemo Surabaya Kepung Grahadi
Salah satu tuntutan demo bemo yang tutupi jalan di depan Gedung negara Grahadi, Selasa (12/5/2015). Umar alif/enciety.co

Ratusan sopir angkutan lyn bemo melakukan unjuk rasa di tengah kota Pahlawan, Selasa (12/5/2015). Mereka memarkirkan kendaraan pengangkut penumpang tersebut di Jalan Yos Sudarso, Jalan Pemuda, sebagian Jalan Tunjungan dan Jalan Basuki Rakhmad hingga menyebabkan kemacetan parah di tengah Kota Surabaya.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP I Made Agus Prasatya meminta kepada pengguna jalan untuk menghindari terlebih dahulu tengah kota.

“Kemacetan sudah terpantau hingga Kupang, jalan Diponegoro dan jalan Kedungsari. Masyarakat bila tidak ada kepentingan ke tengah kota sebaiknya hindari dulu kawasan ini,” kata I Made Agus Prasatya.

Titik kumpul para sopir tersebut sebelumnya berada di kawasan Kalirungkut-Bratang-Karangmenjangan-Kedungcowek-Sidotopo-Dukuh Kupang-Balongsari-Joyoboyo-Mastrip.

Mereka bergerak dengan sasaran Gedung Negara Grahadi Surabaya untuk menolak kebijakan UU Nomor 22 Tahun 2009 yang dianggap merugikan.

Juga para sopir ini berunjuk rasa menolak Permendagri 101 dan kebijakan UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang wajib berbadan hukum.

Pencabutan Peraturan Pemerintah No 74 tahun 2014 dan Pembatalan surat Edaran Sekprov Jatim bulan Januari 2015 tentang Perpanjangan Surat Kendaraan plat Kuning harus memiliki badan Hukum PT atau CV, jika tidak punya badan hukum tidak bisa diperpanjang terhitung 1 Maret 2015.

“Dampaknya adalah akan terjadi kemacetan dibeberapa ruas jalan. Bila tidak ada giat mendesak hindari ruas jalan menuju Grahadi antara lain Basuki Rahmat, Embong Malang, Praban, Tunjungan, Gubernur Suryo, Simpang Dukuh,” tandasnya. (wh)