Ratusan Pelaku Usaha Pahlawan Ekonomi Kini Beromzet Lebihi UMK

Ratusan Pelaku Usaha Pahlawan Ekonomi Kini Beromzet Lebihi UMK

Teks: Diah Arfianti (owner Diah Cookies), Choirul Mahpuduah (owner Pawon Kue) dan General Manager Enciety Business Consult Don Rozano. foto: arya wiraraja/enciety.co

Pahlawan Ekonomi Surabaya adalah gerakan pemberdayaan masyarakat dengan didukung multistakeholder. Gerakan yang digagas Pemerintah Kota Surabaya sejak 2010 ini memiliki tujuan sangat jelas, ingin mendorong masyarakat Kota Pahlawan mewujudkan hidup lebih sejahtera.

Don Rozano, General Manager Enciety Business Consult dan Steering Committee Pahlawan Ekonomi Surabaya, menjelaskan sejak digagas Pahlawan Ekonomi hanya diikuti 89 peserta.

“Namun seiring berjalannya program ini, akhir Januari 2017 ada 9.500 pelaku usaha yang telah bergabung,” tegas dia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (2/2/2018). Acara tersebut juga dihadiri Diah Arfianti, owner Diah Cookies, dan Choirul Mahpuduah, owner Pawon Kue.

Dijelaskan Don, yang paling membanggakan dari gerakan ini adalah ratusan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi yang kini telah meraup omzet lebih dari angka UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) sebesar Rp 3,5 juta. Kata dia, pihaknya telah mengklasifikasi pelaku usaha Pahlawan Ekonomi berdasarkan kesiapan produksi dan omzet rata-rata tiap bulan.

Saat ini, jelas dia, ada kelompok pelaku usaha 45 yang saat ini dapat menghasilkan omzet Rp 20 juta per bulan. Lalu ada kelompok pelaku usaha 104 yang beromzet Rp 16 juta per bulan. Ada juga kelompok 234 dengan omzet Rp 10 juta per bulan.

“Klasifikasi yang kami lakukan ini adalah untuk mempersiapkan para pelaku usaha agar lebih maju. Contohnya, untuk kelompok pelaku usaha 45, kami sengaja mempersiapkan mereka untuk menyasar pasar global. Sedangkan untuk kelompok pelaku usaha 104, kami siapkan mereka untuk menyasar pasar Indonesia. Sedangkan untuk kelompok pelaku usaha 234, kami siapkan untuk menyasar pasar Kota Surabaya,” terang Don.

Di samping itu, ia mengatakan, juga ada kelompok pelaku usaha 999. Untuk kelompok ini pihaknya menargetkan supaya dapat berproduksi setiap hari. Lalu, ke depan, untuk kelompok pelaku usaha yang tergabung dalam kelompok 234, produknya dapat di-repackaging dalam program Tatarupa agar bisa bersaing dan naik kelas.

Don menambahkan, Pahlawan Ekonomi memiliki visi Go Global, Go Digital dan Go Financial. Konsep Go Global dan Go Digital dalam program Pahlawan Ekonomi ini jika menjadi pelaku usaha itu tidak harus memiliki toko atau modal besar. “Kita dapat memasarkan produk melalui dunia digital dengan bantuan sosial media seperti Facebook dan Instagram,” paparnya.

Kata dia, para pelaku usaha yang ada saat ini telah membuktikan hal tersebut. Mereka dapat berjualan via dunia digital yang jangkauannya sangat luas.

Selain itu, imbuh Don, untuk mewujudkan visi Go Financial, saat ini Pahlawan Ekonomi mewajibkan kepada para pelaku usaha memiliki laporan keuangan. Laporan keuangan ini merupakan navigasi bagi para pelaku usaha untuk mengetahui kemajuan dari usaha yang sedang digeluti.

“Sehat atau tidaknya usaha yang mereka lakukan sekarang dapat dilihat melalui laporan keuangan. Jadi, dengan adanya laporan keuangan ini mereka dapat memantau sejauh mana perkembangan usaha mereka,” pungkas dia. (wh)