Ratusan Orang Mudik Gratis ke Masalembu Naik Kapal Barang

Ratusan Orang Mudik Gratis ke Masalembu Naik Kapal Barang

Pemudik menumpang kapal barang Darlin Isabel yang diubah menjadi kapal penumpang untuk Lebaran tahun ini, Rabu (29/30/2016). foto:artika farmita

Pemprov Jatim melepas keberangkatan program mudik gratis ke Kepulauan Masalembu, Sumenep, Madura. Sekitar 153 pemudik menumpang kapal barang Darlin Isabel yang diubah menjadi kapal penumpang untuk Lebaran tahun ini. Kepulauan Masalembu berada di tengah Laut Jawa, berjarak 112 mil dari daratan Madura atau butuh waktu 19 jam perjalanan dari Surabaya.

“Pak Gubernur memang memilih trayek mudik gratis ke kepulauan yang selama ini dilayani oleh kapal perintis,” ujar Plt Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim Nyono saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (29/6/2016).

Kapal perintis yang melayani pelayaran ke sana, kata Nyono, sangat jarang. Di luar waktu Lebaran, penumpang kapal menuju Masalembu bisa menunggu hingga 2 pekan. kalau pas tidak rutenya ke surabaya penumpang harus menunggu 2 pekan. “Kami ingin memberikan pelayanan agar setiap hari dalam masa angkutan Lebaran ini, masyarakat kepulauan bisa pulang ke kampungnya, tanpa menunggu disini terlalu lama.”

Selain ke Masalembu, program mudik gratis kapal laut Jawa Timur juga melayani 2 trayek lain, yakni Banyuwangi-Pulau Sapeken dan Kalianget-Pulau Kangean. Tiga kapal tersebut merupakan kapal barang yang mendapat dispensasi dari Kementerian Perhubungan untuk mengangkut penumpang.

Nyono menyatakan, Pemprov Jatim telah berupaya mencarikan kapal penumpang bagi program mudik gratis tersebut. Namun setelah membuka lelang dari LPSE, tak satupun pengguna jasa kapal penumpang yang mengikuti lelang. Sedangkan kedalaman alur di Pelabuhan Masalembu hanya 6 meter LWS, sehingga dermaganya hanya bisa disandari oleh kapal dengan ukuran sekitar 750 DWT. “Kapal besar tidak bisa masuk. Kalau dipaksakan, dermaganya bisa ambruk,” tuturnya.

Meski menggunakan kapal barang, Nyono menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran. Perusahaan pemenang lelang diminta melengkapi alat-alat standar keselamatan dan menambah sejumlah fasilitas layaknya kapal penumpang.

“Kami jelas mengutamakan masalah keselamatan dan kenyamanan, seperti tambahan tempat toilet dan jaket keselamatan sesuai jumlah penumpang,” ujar Kepala Operasional PT Citra Baru Adinusantara, Ali Koja.

Ali menyatakan, perusahaannya sudah tiga kali melayani program mudik gratis ke kepulauan Jawa Timur tersebut. Biasanya, kapal-kapal tersebut digunakan untuk mengirimkan barang ke Kawasan Indonesia Timur.

Zubaidah, 40 tahun, mengaku senang bisa mengikuti mudik gratis. “Ini yang kedua kali saya ikut, program yang bagus,” tutur pemudik asal Bangil, Kabupaten Pasuruan tersebut. Ia berangkat bersama suami dan kedua anaknya sambil membawa oleh-oleh berupa buah-buahan segar.

Pemerintah provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk angkutan laut Lebaran ini. Tiap rute melakukan 12 kali perjalanan. Setiap sekali perjalanan, kapal mengangkut maksimal 200 penumpang. (wh)