Rasis, Presiden Federasi Sepakbola Italia Diskorsing UEFA

 

Rasis, Presiden Federasi Sepakbola Italia Diskorsing UEFA

Presiden Federasi Sepakbola (FIGC) Italia Carlo Tavecchio mendapat skorsing selama selama enam bulan oleh UEFA untuk komentar rasis yang dia buat di musim panas.

Pria berusia 71 tahun mendapat kecaman ketika menggambarkan seorang pemain kulit hitam sebagai “pemakan pisang” selama pidato yang dilakukannya pada bulan Juli. Meskipun demikian, Tavecchio kemudian terpilih sebagai presiden FIGC. “Tavecchio akan memenuhi syarat untuk posisi sebagai Pejabat UEFA untuk periode enam bulan yang dimulai dari keputusan ini,” bunyi pernyataan resmi dari badan sepak bola Eropa.

Tavecchio tidak akan berpartisipasi dalam Kongres UEFA berikutnya dijadwalkan 24 Maret 2015. “Tavecchio akan menyelenggarakan acara khusus di Italia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Resolusi UEFA berjudul Sepak Bola Eropa bersatu melawan rasisme.”

Sementara itu, persiapan Italia melakoni laga kualifikasi Piala Eropa 2016 pada hari Jumat (10/10/2014)  melawan Azerbaijan sedikit terganggung.  Ini sebagai imbas dari  laga panas antara Juventus kontra AS Roma akhir pekan lalu. Laga yang dimenangkan Juventus 3-2 ini  dibumbui dengan kontroversi. Bahkan salah satu  pemain Juventus, Leonardo Bonucci,   menjadi sasaran kritik atas tweet yang dianggap menyerang Roma. Kebetulan, Bonucci  masuk dalam skuad  Timnas Italia.

Bonucci menuliskan Tweet itu saat dirinya sudah berkumpul dengan rekan-rekannya di timnas Italia. Sikap pemain kelahiran Viterbo ini membuat pelatih timnas Italia, Antonio Conte, tidak senang.

Manajer timnas Italia, Gabriele Oriali, juga menyebutkan jika Bonucci sudah mengakui kesalahannya. “Bonucci salah dan dia menyadari itu,” ujar Oriali. “Saya memahami tekanan dan adrenalin dalam laga itu. Namun di sini kami membela warna kebesaran yang sama (Italia),” dia menambahkan.

Saat konferensi pers, Bonucci pun menjelaskan alasan mengapa dia mengunggah kicauannya di Tweeter. “Mereka yang menjadi followers saya pasti tahu begitulah cara saya merayakan sesuatu. Saya mendedikasikan ini untuk teman-teman saya. Saya tak bermaksud menyerang Roma atau siapa pun,” ujarnya lagi. (ram)