Ramuan Yunas Herbal Siap Ekspor ke India

Ramuan Yunas Herbal Siap Ekspor ke India
Yuyun Sulistyowarni berupaya mendongkrak omzet penjualan dengan mengekspor produk herbal ke India. Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Penyakit kanker payudara yang jadi momok bagi kaum perempuan, menginspirasi Yuyun Sulistyowarni membuat obat-obatan alternatif. Salah satunya obat-obatan herbal. Berkat kemamouannya itu, ia kini dapat tawaran ekspor ke India.

Yuyun mulai belajar meracik obat-obatan herbal dari tantenya yang menderita sakit kanker payudara. “Pertama kali buat herbal ekstrak kunir putih dari tante (tidak mau disebutkan namanya red) yang menderita kanker payudara stadium 4. Memang tetap harus operasi untuk mengangkat penyakitnya, namun dengan ekstrak alami ini membantu mengecilkan dan tidak memperparah kanker itu,” tutur istri dia saat ditemui enciety.co di rumahnya di Jalan Jolotundo Baru, Surabaya.

Dia mengungkatkan, sakit yang diderita tantenya membuatnya harus menjalani operasi pengangkatan tumor payudara di Graha Amerta pada 2009 lalu. Pasca oberasi, tentenya rutin mengonsumsi herbal ekstrak kunir putih buatannya. Sekarang, oleh dokter yang merawatnya dinyatakan sudah sembuh.

Obat herbal racikan pun mulai dikenal banyak orang. Yuyun sering dimintai bantuan rekan-rekannya yang juga menderita kanker payudara. “Banyak teman yang kena kanker payudara saat di deteksi dini. Dengan rutin mengonsumsi akhirnya kesehatannya pulih seperti sedia kala,” tandas ibu dari dua anak, yaitu Mayta Ayu Purwati dan Raihan Yunas Mahendra tersebut,.

Kunyit-Yunas-2 Kunyit-Yunas-3

Sebelumnya, Yuyun menjadi UKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya. Dia berjualan sinom yang dibungkus plastik kecil. Pembelinyapaling banyak teman dan tetangganya.

Yuyun lalu disarankan oleh disperindag bergabung dengan Pahlawan Ekonomi. Ini agar dia punya ketrampilannya yang lebih. Benar saja, setelah mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi, kemampuan dan ketrampilan Yuyun makin meningkat. Dia belajar internet marketing, kemasan dan finishing, branding development, literasi keuangan, dan masih banyak lagi.

Yuyun yang dibantu oleh suaminya, Agus Syafii, dan anak-anaknya, penjualan produknya laris manis. Mereka sampai mengirimkan ramuan herbal ekstraknya ke Kalimantan.

Kini, Yuyun yang mendirikan usaha kecil menengah (UKM) Yunas Herbal, berupaya untuk terus mengembangkan usahanya. Yang terakhir dia ditawari untuk mengekspor herbal buatannya ke India.

Ceritanya, ada teman Yuyun yang menjadi eksportir makanan ke India. Lewat teman itu, diinformasikan ke beberapa pengusaha di India tentang ramuan herbal Yuyun untuk menyembuhkan kanker. Juga beberapa orang yang mendapat manafaat baik setelah minum obat herbal tersebut.

Sejumlah perusahaan India tertarik. Mereka lantas meminta agar dikirim sampel ekstrak herbal kunir putih, jahe merah, temulawak, kunir dan asem.  “Yang saya kirim ekstrak jahe merah karena termasuk langka. Bukan berbentuk minuman siap saji,” ujarnya. “Ini saya lagi mengurus perizinannya dibantu oleh rekan-rekan lainnya,” imbuh dia.

Yuyun berharap dengan mengirimkan herbal ekstraknya ke India dapat membantu memperbaiki perekonomiannya. Ia mengakui pendapatannya sekarang berkisar Rp 3 juta sebulan. “Kalau ada pameran sehari bisa dapat penghasilan hingga sejuta,” ucap dia.

Pendapatan itu, sambung dia, tergolong lebih kecil dibandingkan dengan UKM Pahlawan Ekonomi lainnya yang terlebih dulu berkibar. Namun Yuyun pantas berputus asa. Ia yakin dengan keulutan dan kesungguhan usahanya makin maju. Peluang ekspor ke India menjadi salah harapan untuk mendongkrak pendapatannya. (wh)