Rambah Online, 600 UMKM Surabaya Masuk Tokopedia

Rambah Online, 600 UMKM Surabaya Masuk Tokopedia
Workshop dan Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk Khas Surabaya di Graha Sawunggaling, Senin (22/12/2014).

Menjadi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memang penuh tantangan. Terlebih saat dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. Untuk itu, UMKM dituntut untuk terus survive.

Kondisi ini mendorong Pemkot Surabaya membidik UMKM masuk pasar online. Seperti yang terlihat, Senin (22/12/2014), sedikitnya 600 UMKM di seluruh Surabaya mengikuti Workshop dan Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk Khas Surabaya di Graha Sawunggaling. Para UMKM digenjot agar bisa survive mengusai pasar dunia maya dan bisa masuk pasar online di Tokopedia.

Ketua Dekranasda Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan, kegiatan pelatihan pasar online perlu diberikan kepada para UMKM. Ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pencerahaan bahwa potensi pasar sangat luas. Terlebih dibukanya MEA pada bulan Januari mendatang, para UMKM harus siap menghadapi persaingan bebas yang akan masuk Surabaya.

“Ini memberikan pencerahan kepada UKM di Surabaya, bagaimana menghadapi MEA itu dan bagaimana cara memasarkan. Karena itu, para profesional di dunia onlie kita minta untuk membuka dan memberi peluang bagi para UMKM agar berkembang lebih bagus,” katanya kepada enciety.co, Senin (22/12/2014).

Pelatihan tersebut menurut Antiek sangat bermanfaat bagi berkembangnya pasar UMKM. Kata Antiek, pelaku UMKM bisa langsung tanya-jawab tentang kiat sukses di dunia online. Mulai dari YouTube, Tokopedia, dan sosial media lainnya.

“Kita bisa lihat UMKM langsung bersemangat dan banyak yang sudah ada deal-deal dengan beliau,” katanya.

Sementara itu, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya ini juga terus menggenjot potensi kreativitas pemuda Surabaya. Menurutnya adanya sarana YouTube dan Tokopedia bisa digunakan pemuda Surabaya untuk mengembangkan kreativitasnya.

“Makanya kami adakan lomba membuat game, blog, dan majalah digital dan sanis animasi kepada siswa-siswa di Surabaya. Adanya industri YouTube di Surabaya juga akan mendorong anak muda kita untuk terus berkreasi. Karena tidak sedikit warga Surabaya yang sudah terlibat di dalam Google maupun YouTube,” katanya.

Sementara itu, Brand Ambassador YouTube Dennis Adhiswara saat memberi kiat-kiatnya agar bisa populer di portal video terbesar di dunia tersebut. Menurutnya cara sederhana adalah mengajak orang-orang terdekat untuk nge-share. “Sebenarnya untuk populer di YouTube tidak ada tolok ukurnya,” cetusnya.

“Karena itu cara terbaiknya adalah dengan saling berbagi video. Selama satu bulan anda harus nge-share sedikitnya lima kali baik itu di facebook, twitter, maupun patch. Ini akan membuat orang-orang tahu akan produk kita,” bebernya. (wh)