Jelang Ramadan, TPID Jatim Siap Tanggulangi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Jelang Ramadan, TPID Jatim Siap Tanggulangi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Jelang Ramadan, tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Untuk menanggulangi lonjakan harga yang disebabkan ketersediaan pasokan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim memastikan tidak ada gejolak harga bahan pokok yang disebabkan terbatasnya pasokan kebutuhan pokok saat Ramadan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua TPID Jawa Timur, Syarifuddin Bassara ketika dikonfirmasi enciety.co, Selasa (17/5/2016).

“Untuk stok dan harga bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng tidak ada masalah di pasaran. Untuk ketersediaan daging sapi dan ayam juga masih mencukupi untuk dua bulan ke depan,” ulas dia.

Dia lalu menjelaskan, jika TPID Jatim ada lima langkah utama strategi pengendalian inflasi. Pertama, memperkuat kelembagaan. Kedua, menjamin proses produksi, distribusi dan konektivitas. Ketiga, mengawal regulasi dengan cara monitoring di lapangan. Keempat, kajian mengenai informasi yang didapatkan di lapangan.

“Hal ini sangat penting, karena jika kita tidak dapat mengkaji data yang ada di lapangan, maka kita dapat salah memutuskan langkah antisipasi,” papar dia.

Kelima, sambung dia, pengendalian ekspektasi. ”Kita harus benar-benar mengerti apa yang harus kita lakukan. Jadi, empat langkah yang sebelumnya merupakan hal yang harus kita lakukan secara detail,” katanya.

Kata dia, dalam rangka menstabilkan harga menjelang Ramadan, TPID juga melakukan penguatan koordinasi antisipasi gejolak harga bahan pokok dengan memastikan kesiapan pasokan komoditas strategis yang ada.

“Seperti, beras, gula dan minyak goreng, tepung dan lain sebagainya. Selain itu, kami juga melakukan penguatan koordinasi dengan berbagai pihak, khususnya instansi terkait. Terutama memastikan kesiapan infrastruktur dan antisipasi kemacetan. Hal itu semata-mata untuk mendorong kelancaran distribusi bahan pokok di pasaran,” tandasnya. (wh)