Ramadan, Permintaan Daging Sapi Naik 30 Persen

Ramadan, Permintaan Daging Sapi Naik 30 Persen
sumber foto: kalselprov

Tiga minggu jelang bulan Ramadan, Dinas Peternakan Jatim mulai memetakan kebutuhan konsumsi daging sapi. Diprediksikan kenaikan permintaan mulai terjadi di awal Ramadhan dan mencapai puncak saat jelang Lebaran. Kenaikan terjadi sekitar 20-30 persen.

“Saat bukan puasa dan Lebaran permintaan selalu naik. Di awal puasa masyarakat banyak yang masak daging sapi dan terutama jelang Lebaran. Walaupun permintaan meningkat hingga 30 persen tapi harga di Jatim masih relatif stabil,” kata Kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur melalui situs resmi Pemprov Jatim, Kamis (28/5/2015).

Saat ini, kata dia, harga daging sapi di pasar masih dikisaran Rp 90-95 ribu per kilogram (kg). Saat awal Ramadan dan jelang Lebaran megengan harga diperkirakannya masih dikisaran Rp 100 ribu per kg. “Kenaikan tidak akan terlalu tinggi karena stok sapi kita masih cukup banyak,” ungkapnya.

Ia menuturkan, per harinya dalam hari normal di luar Ramadan dan Lebaran memotong sapi sebanyak 1.200 ekor untuk kebutuhan konsumsi  masyarakat. Jumlah itu meingkat bisa mencapai 1.500 ekor per hari saat memasuki Ramadahan dan Lebaran.

Dalam setahun kebutuhan sapi Jatim hanya 451ribu ekor. Jumlah itu hingga kini masih terserap 30 persen. Artinya untuk lebaran hingga Hari Raya Kurban Oktober mendatang masih tersisa stok sapi sekitar 70 persen dari total kebutuhan setahun. Sapi tersebut berkisar berat dengan bobot hidup 300-400 kg dan karkas 200 kg.

Menurut dia, kenaikan harga saat Lebaran memang cukup wajar. “Harga komoditas bahan pokok seperti daging sapi ini memang boleh naik, asal besaran peningkatannya kurang dari 10 persen. Kalau di atas 10 persen, itu bisa dikatakan cari untung dan merugikan konsumen,” tegas Maskur.

Ia mengatakan, kenaikan harga tersebut memang bisa terjadi. Apalagi pada momentum keagamaan tertentu misalnya bulan puasa ramadhan hingga lebaran, dan natal kebutuhan meningkat dan harga bisa naik. Meski begitu, ia memastikan jika setelah momentum tersebut selesai maka kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut akan kembali normal.

Guna menstabilkan harga daging sapi, pihaknya juga telah menyatakan siap  untuk menggelar OP guna mengontrol lonjakan harga daging jika terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi. Konsepnya, tim dari Pemprov Jatim akan turun langsung ke beberapa pasar untuk memantau harga daging. “Jika terjadi lonjakan yang sangat berarti, operasi pasar akan dilakukan,” tegasnya. (wh)