Ragam Aksesoris dan Souvernir dari Kain Perca

Ragam Aksesoris dan Souvernir dari Kain Perca

foto:arya wiraraja/enciety.co

Kain perca batik yang dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi. Seperti yang diajarkan dalam pelatihan creative industry intermediate  Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City Mall, Minggu (22/9/2019).

Menurut Nanik Heri, koordinator mentor creative industry, banyak ragam produk yang dikreasikan dari limbah kain batik. Mulai dari aksesoris maupun souvernir.

“Namun, untuk kali ini kita coba aplikasikan kain batik menjadi liontin kalung,” ujar Nanik.

Ada beberapa bahan yang dibutuhkan membuat liontin kalung batik. Di antaranya, kain perca batik, plastik mika yang digunakan untuk lapisan dalam, kain blacu yang digunakan untuk lapisan penutup, lem perekat, manik-manik mutiara, dan batu alam.

Yang pertama, sambung Nanik, membuat pola dari bahan kain perca. Setelah itu, gunting sesuai pola. Kemudian lapisi dengan plastik mika yang telah disiapkan. Lapisi lagi dengan kain blacu di bagian belakang. Kemudian, supaya lebih cantik, hias dengan manik-manik dan batu alam yang telah disediakan.

“Penggunaan plastik mika ini dilakukan untuk membuat kain perca lebih tebal dan berat. Sehingga saat digunakan untuk liontin kalung kain perca dapat kaku. Selain itu, saat dihias dengan manik-manik, kita dapat menempatkan manik-manik sesuai dengan pola dasar kain yang kita inginkan,” kata Nanik.

Nanik lalu menjelaskan, jika liontin yang dihasilkan dari kain perca itu dapat dijual dengan harga tinggi. Rata-rata nilainya mencapai Rp 120 ribu per produk. Jika ditambahkan hiasan manik-manik dan batu alam harganya bisa Rp 150 ribu.

“Namun, agar kualitasnya diakui, kita harus telaten dan teliti. Selain itu, tantangannya membuat produk ini ya mengkombinasikan warna-warna yang kita gunakan. Kalau salah kombinasi produknya jadi norak. Harganya juga jatu ,” tegas Nanik. (wh)