Rabobank Dukung Sektor Pangan dan Agribisnis di Surabaya

Rabobank Dukung Sektor Pangan dan Agribisnis di Surabaya
Dari kiri: Jopie Jusuf (Director Business Banking Rabobank), Gilang Soepangat (Head Communication), Rusli Sutanto (Director Poduct & Direct Banking), Indrajani Harsono (Head Area 5).

Rabobank Indonesia (PT. Bank Rabobank International Indonesia) meresmikan Kantor Cabang Surabaya Panglima Sudirman, Rabu (20/1/2016) siang. Di kantor cabang yang berlokasi strategis, Jalan Panglima Sudirman Nomor 51, Surabaya, Rabobank Indonesia ingin tetap fokus untuk mengembangkan sektor pangan dan agribisnis. Untuk itu, dengan membuka kantor Cabang Surabaya Panglima Sudirman tersebut, diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor ini di Surabaya dan Jawa Timur.

Martyn H. Schouten, Presiden Direktur Rabobank Indonesia mengatakan bahwa secara global Rabobank yang berkantor pusat di Belanda dikenal sebagai salah satu bank yang memimpin dalam sektor pangan dan agribisnis.

“Rabobank secara global adalah bank yang memimpin dalam pembiayaan sektor pangan dan agribisnis karena keahlian serta pengalaman yang telah terhimpun selama 118 tahun didalam bidang ini”, papar Martyn.

Sejalan dengan visi globalnya yaitu  Banking for Food, Ia menjelaskan, jika Rabobank turut berperan aktif dalam menjawab tantangan dunia untuk menyediakan cukup pangan untuk penduduk dunia yang terus bertambah.

Hal tersebut dilakukan dengan menyediakan akses dana, akses pengetahuan mengenai pangan dan agribisnis. “Selain itu, kami juga menyediakan akses kepada jaringan Rabobank di 41 negara,” ulas dia.

Diperkirakan bahwa penduduk dunia akan bertambah dari 7 miliar saat ini menjadi sekitar 9 miliar pada tahun 2050. Di Indonesia diproyeksikan bahwa penduduk akan bertambah dari 238 juta orang saat ini menjadi 330 juta orang tahun 2050.

Senada dengan Martyn, Rabobank Indonesia Business Banking Director, Jopie Jusuf, mengatakan bahwa Surabaya dan Jawa Timur adalah area yang sangat penting bagi pertumbuhan Rabobank Indonesia yang memiliki strategi untuk tumbuh dengan fokus kepada sektor pangan dan agribisnis.

“Jawa Timur memiliki  PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) terbesar kedua setelah DKI Jakarta di mana  sektor pangan dan agribisnis merupakan kontributor terbesar. Jawa Timur juga adalah penghasil padi, jagung, tebu terbesar selain juga memiliki sapi perah terbanyak”, terangnya.

Ia mengimbuhkan, jika hal ini merupakan peluang besar bagi Rabobank Indonesia yang dapat membiayai seluruh rantai pasok dari ladang hingga menjadi hidangan dan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan.

“Konsep yang kami tawarkan bukan hanya sebatas membiayai, namun kami juga ingin ikut mencerdaskan para pelaku usaha agribisnis untuk dapat berkembang dengan melakukan edukasi pada setiap rantai produksi,” tandas dia. (wh)