Quick Count : PDIP Pemenang Pileg 2014

Quick Count : PDIP Pemenang Pileg 2014

PDI Perjuangan hampir dipastikan keluar sebagai pemenang Pemilu  legislative 2014. Dari hasil quick count, semua lembaga survey menempatkan PDIP menempati urutan teratas  di kisaran angka 20 persen. Disusul Partai Golkar 15 persen, Gerindra 12 persen. Sedang Partai Demokrat terlempar dari tiga besar dengan raupan sekitar 10 persen.

Cukup menarik apa yang terjadi di PDIP dan Partai Demokrat. Partai  Moncong Putih memetik hasil dari sikap  konsisten  oposisi yang telah diambil dalam 10 tahun terakhir. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini juga mampu  menarik simpati publik meluas seiring dengan keputusan PDIP menjadikan Jokowi sebagai Calon Presiden.

Tragis, di tengah kencangnya lari si Banteng Gemuk PDIP, semakin rimbunnya daun Partai Golkar, dan terus tingginya Si Elang Gerindra, justru mesin ‘Mercy’ Demokrat agak tersendat. Dari  hitung cepat yang dilakukan Center for Strategic and International Studies dan Cyrus Network, Rabu, menyebut Partai Demokrat mendapat 9,1 persen suara nasional. Hasil ini terjun bebas dari perolehan pada Pemilu 2009 lalu. Saat itu, perolehan Demokrat sebesar 26,4 persen.

Kasus  korupsi yang  membelit Partai Berlambang Mercy ini menjadi pemicu terjun bebasnya perolehan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini. Bahkan, upaya untuk mendongkrak suara partai lewat konvensi calon presiden sama sekali tak memberi efek positif.

Sementara itu, perolehan suara partai lain yakni  PAN meraih 7,9 persen suara disusul PPP (6,8 persen), PKS (6,7 persen), Nasdem (6,5 persen), Hanura (5,5 persen), PBB (1,6 persen) dan PKPI (1,1 persen).

Penghitungan cepat dilakukan dengan metode random sampling dengan kualitas random sementara mencapai 98,3 persen dan margin of error 1 persen. Penghitungan dilakukan dengan mengambil suara di 2,000 TPS terpilih di 77 daerah pemilihan DPR RI di Indonesia.

Hingga saat ini penghitungan cepat masih berlangsung. Penghitungan cepat yang diadakan CSIS dan Cyrus Network ini bukan hasil resmi dari KPU sebagai penyelenggara Pemilu.  (ram)