Quick Count : ‘Partai’ Golput jadi Pemenang

Quick Count: ‘Partai’ Golput jadi Pemenang

Bisa dikata ‘Partai Golput’ menjadi pemenang pada  Pileg 2014 saat ini.  Dari versi quick count yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Cyrus Network, angka Golput  mencapai 24,7 persen. Angka ini setara dengan sepertiga dari jumlah pemilih yang ikut serta yakni 75,3 persen.

Jumlah golput ini merupakan rekor tertinggi sepanjang Pemilu digelar sejak masa Orde Baru lalu. “Angka ini tertinggi sejak pemilu yang diadakan di zaman orde baru. Dari sisi kuantitas, keikutsertaan pemilih berada dalam angka yang menggembirakan walaupun kita harus lihat juga ke depan bagaimana kualitas calon legislatif yang terpilih duduk di parlemen,” kata Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Hasbi.

Sementara itu, Peneliti senior CSIS Phillips J Vermonte mengatakan walaupun sebelumnya ada prediksi figur Jokowi sebagai capres PDIP akan mendongkrak secara signifikan perolehan suara partai pada pemilu legislatif, dan juga menekan jumlah golput dalam pemilu tahun ini.

Menurutnya, hal tersebut tidak terbukti dalam hasil penghitungan cepat. “Pemilih memisahkan loyalitas terhadap figur capres dan terhadap partai,” kata Phillips.

Menurut dia, caleg PDIP terlalu mengandalkan nama Jokowi sehingga kurang berusaha keras mendekati konstituennya. Sementara itu, katanya, caleg dari partai lain bekerja lebih keras dan hasilnya bisa meraih suara nasional yang tidak terlalu jauh dari perolehan PDIP.

Berdasarkan hasil hitung cepat CSIS dan Cyrus Network pada Rabu, PDIP hingga pukul 18.15 WIB tercatat mendapat suara terbanyak dengan 19,2 persen suara nasional disusul Golkar (14,4), Gerindra (11,9), dan Demokrat (9,5)

PKB mendapat 9,4 persen suara nasional disusul PAN (7,4), PKS (6,8), Nasdem (6,7), PPP (6,7), Hanura (5,4), PBB (1,6), dan PKPI (1). Hasil penghitungan itu, bukan hasil resmi yang akan dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). (atr/ram)