Quick Count Berbeda Tak Pengaruhi Pandangan Investor

 

Quick Count Berbeda Tak Pengaruhi Pandangan Investor

Kalangan investor masih  meyakini ekonomi Indonesia miliki prospek yang cukup bagus.  Keyakinan ini menutup keraguan  bahwa  hasil penghitungan cepat yang berbeda bakal membuat investor was-was dan lari.

Menurut KDB Daewoo, terlepas dari kenyataan bahwa ketidakpastian masih ada, investor asing tetap memandang prospek Indonesia dengan positif. Hal ini dapat dilihat dari aksi beli investor asing di pasar modal sebanyak Rp 1,6 triliun pada satu hari sebelum pemilu. Sementara itu, jumlah bersih saham yang dibeli dan dijual oleh investor asing sejak awal bulan Juli hingga saat ini tercatat lebih dari Rp 2,4 triliun.

“Menurut pandangan kami, kampanye politik yang lancar dan damai juga merupakan salah satu faktor kunci yang menarik investor asing. Kami percaya siapa pun yang menang pemilu akan bekerja dalam membangun hari esok yang lebih baik bagi Indonesia. Kedua kandidat akan memberikan upaya terbaik untuk memulai reformasi ekonomi, terutama dalam infrastruktur. Dalam pandangan kami, kami menyarankan investor membeli saham Indonesia melihat pertumbuhan ekonomi ke depan yang menjanjikan,” tulis KDB Daewoo.

Pasca Pilpres yang digelat 9 Juli  lalu, publik memang dibikin bingung dengan munculnya hasil hitung cepat yang berbeda. Menurut hasil penghitungan cepat yang dirilis oleh Saiful Mujani Research & Consulting (salah satu lembaga survei terkemuka di Indonesia), Jokowi memenangkan pemilu dengan perolehan suara sebesar 52,9 persen dari total suara, sementara Prabowo memperoleh 47,1 persen dari total suara. Lembaga survei lain dari CSIS & Cyrus Network, Litbang Kompas, LSI, dan RRI juga menunjukkan bahwa Jokowi memenangkan pemilu.

Sebaliknya, ada beberapa lembaga survei yang menyatakan bahwa Prabowo memenangkan pemilu seperti LSN, IRC, JSI, dan Puskaptis. Lembaga Survei Nasional (LSN) menyatakan bahwa Prabowo menang dengan perolehan suara sebesar 50,6 persen dari total suara vs. Jokowi 49,4 persen.

Namun, kedua kandidat harus menunggu hasil pemilu resmi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan untuk mengumumkan hasil penghitungan resmi pada tanggal 22 Juli 2014. (bst/ram)