Quick Count Batal Tayang di TV, Poltracking Kecewa

 

Quick Count Batal Tayang di TV, Poltracking Kecewa

Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha menyatakan bahwa pihaknya merasakan adanya upaya pencekalan hasil kerja mereka dalam quick count oleh salah satu stasiun televisi yang lebih memilih menayangkan hasil survei lembaga Puskaptis.

Hanta menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah memasang iklan di televisi swasta termaksud, bahwa hasil quick count Pilpres mereka ditayangkan stasiun itu, dan bahkan menjadi satu-satunya hasil quick count yang akan ditayangkan.

“Namun tiba-tiba, kami dihubungi pihak redaksi televisi tersebut bahwa hasil survei kami batal rilis,” kata Hanta, di Jakarta.

Hanta Yudha memastikan riset mereka dilakukan dengan profesional, independen, dan berpegang teguh pada metodologi ilmiah.

“Masalahnya adalah komitmen awal, hanya Poltracking yang setahu saya yang dipublikasikan. Saya keberatan juga kalau mau disandingkan dengan tiga lembaga lain yang bukan merupakan keputusan awal,” jelasnya.

Lalu apa hasil quick count Poltracking? “Dari hasil hitung cepat kami, Prabowo-Hatta mendapat 46,63 persen, sementara Jokowi unggul dengan 53,37 persen,” kata Hanta.

Hasil quick count Poltracking tersebut dilakukan di 1992 TPS, dengan margin error sekitar 1 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen. Quick count ditutup pada pukul 17.00 WIB dengan data terkumpul dari 1984 TPS atau 99,2 persen di seluruh Indonesia.

Hanta menjelaskan quick count ini dilakukan secara mandiri dengan menerjunkan ribuan relawan untuk memantau 2.000 TPS di 34 provinsi. TPS dipilih secara acak sederhana di tingkat provinsi dengan menggunakan metode acak sistematis terhadap seluruh TPS. (bst/ram)