Puspa Agro Serap Kopi dan Kakao Petani Jatim

Puspa Agro Serap Kopi dan Kakao Petani Jatim
Direktur PT Puspa Agro Abdullah Muchibuddin (kanan) memamerkan buah dan sayur yang dipasarkan.

PT Puspa Agro, melalui Divisi Trading House-nya, terus meningkatkan daya serap terhadap hasil panen petani kopi di Jatim. Manajemen pasar induk agrobis ini juga siap menampung dan membuka akses pasar untuk petani kakao dengan harga yang berkeadilan.

Untuk sementara, petani kopi –lewat gabungan/kelompok tani (Gapoktan)– yang bekerja sama dengan Puspa Agro baru di Jember. Puspa Agro juga berencana terus mengembangkan kerja sama dan menjangkau petani di daerah lain yang menjadi sentra penghasil kopi.

Setidaknya kini sudah ada lima kelompok tani dan koperasi tani telah menjalin kerja sama dengan Puspa Agro. Dari para petani, komoditas biji kopi dihimpun dengan cara membelinya secara tunai dengan harga berkeadilan. Artinya, harga yang disepakati dipastikan di atas rata-rata ketika mereka menjual kepada tengkulak. Oleh manajemen Puspa Agro, kopi yang terhimpun ini kemudian didistribusikan melalui mekanisme pasar, baik ke pabrikan, perdagangan antarpulau, maupun ekspor.

Selama periode Juni – Oktober 2014, kopi petani yang sudah terserap sebanyak 415 ton dengan nilai Rp 8,7 miliar (serapan komoditas selengkapnya, lihat grafis). Puspa Agro terus berupaya meningkatkan kapasitas serap, baik terkait volume komoditas maupun area jangkauannya. Diharapkan, pola ini memberikan harapan dan jaminan kepada para petani, bahwa hasil panen mereka terserap pasar dengan harga yang bagus dan terbayar secara tunai.

Sementara itu, mulai tahun 2015 ini Divisi Trading House juga siap menyerap kakau (bahan baku cokelat) dari hasil para petani di Kab. Blitar. Seperti komoditas kopi, nantinya Puspa Agro membeli kakao yang dihimpun lewat kelompok-kelompok tani dengan harga tunai. Hasil kebun ini kemudian didistribusikan baik untuk pabrikan, perdagangan antarpulau, dan ekspor.

“Ya, mulai tahun ini Puspa Agro masuk menggarap kakao. Karena Jatim, khususnya Blitar memang penghasil utama kakao,” kata Direktur PT Puspa Agro Abdullah Muchibuddin, Selasa (3/2/2015).

Sebelumnya, Puspa Agro juga telah menyerap hasil panen petani untuk komoditas aneka sayur dan buah-buahan, telor, ayam potong, ikan, serta rempah-rempah. Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah petani/nelayan. Sebab, selain membeli secara tunai, harga yang dipatok Puspa Agro di atas rata-rata pasaran yang selama ini dikuasai para tengkulak. (wh)

Kapasitas Serapan dan Nilai Transaksi
No Komoditas  Serapan Nilai Transaksi (Rp) Keterangan
1 Buah 57,809 ton 3.226.713.000,00 Jan s/d Des 2014
2 Sayur 38,809 ton 358.187.000,00 Jan s/d Des 2014
3 Ikan 39,359 ton 1.249.098.000,00 Ags s/d Des 2014
4 Rempah 8,660 ton 81.160.000,00 Okt s/d Des 2014
5 Ayam 19,123 ton 427.169.000,00 Juli s/d Des 2014
6 Telur 4,680 ton 99.684.000,00 Des 2014
7 Kopi  415 ton  8.711.934.000,00 Juni s/d Okt 2014
8 Wortel 196,729 ton 223.581.000,00 Sept s/d Des 2014