Puluhan Tahun Merugi, Baru Tahun Ini Pertamina Dapat Laba dari Elpiji 12 Kg

Pemerintah Setujui Kenaikan Elpiji 12 Kg
Pemerintah Setujui Kenaikan Elpiji 12 Kg

PT Pertamina (Persero) menyatakan baru tahun ini mengambil untung dari penjualan Elpiji 12 kilogram (kg). Bahkan, pada 2013 kerugian mencapai Rp5,7 triliun dan pada 2014 mencapai Rp 4,3 triliun di 2014.  “Dengan penyesuaian harga Elpiji 12 kg sesuai market price saat ini, di 2015 Pertamina mulai mendapatkan laba,” kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponogoro di JCC, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Selain itu, dia mengatakan Elpiji 12 kg merupakan produk non-subsidi, di mana sesuai Permen ESDM No 26 tahun 2009 pasal 25 dinyatakan bahwa harga Jualnya diterapkan oleh Badan Usaha dengan berpedoman pada harga patokan Elpiji (CP Aramco), kemampuan daya beli konsumen dalam negeri serta kesinambungan penyediaan dan pendistribusian. Dalam pasal 2 disebutkan bahwa penetapan harga jual LPG dimaksud wajib dilaporkan kepada Menteri ESDM.

Sekadar informasi, Awal 2015, Pertamina mulai dapat menyesuaikan harga Elpiji 12 kg sesuai market price, dan penyesuaian harga dilakukan setiap bulan hingga bulan April 2015 mengikuti fluktuasi harga bahan baku LPG (CP Aramco) dan kurs USD.

Adapun pola konsumsi elpiji 12 kg berbeda dengan barang lainnya dimana rata-rata penggunaan berdasarkan riset lembaga independen dikonsumsi lebih dari satu bulan untuk setiap tabungnya. Selain itu, rantai distribusi Elpiji 12 kg melibatkan sub Agen dan warung tidak sesuai apabila dilakukan penyesuaian dalam periode yang lebih pendek. (oke)