Puluhan Aktivis Lingkungan Sisir Mangrove Wonorejo dari Sampah

Puluhan Aktivis Lingkungan Sisir Mangrove Wonorejo dari Sampah
Ratusan aktivis lingkungan dari berbagai komunitas termasuk Komunitas Nol Sampah saat melakukan pembersihan sampah plastik di kawasan mangrove Wonorejo Surabaya, Minggu (12/10/2014).

Sedikitnya 70 aktivis lingkungan dari berbagai komunitas melakukan penyisiran bebas sampah di kawasan Mangrove Wonorejo, Surabaya. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan penanaman seribu pohon yang ditanam di tepian sungai mangrove.

Aktivis Lingkungan dari Komunitas Nol Sampah, Wawan Some, menjelaskankegiatan tersebut rutin dilakukannya bersama Kelompok Petani Tambak (KPT) Truno Djonyo. Selain itu, peserta lainnya dari berbagai komunitas seperti karyawan The Body Shop, Komunitas Gowes tetap Semangat (GTS) Mahasiswa ITS, mahasiswa UPN, dan mahasiswa ITATS juga unjuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Perawatan rutin ini perlu dilakukan karena anakan mangrove yang baru ditanam rentan mati. Salah satu ancamannya adalah sampah plastik. Sampah plastik dapat melilit atau menutup akar, batang dan daun anakan mangrove,” kata Wawan kepada enciety.co, Minggu (12/10/2014).

Lanjut Wawan, jika tidak dibersihkan sampah plastik tersebut akan menghambat pertumbuhan anakan mangrove. Bahkan bisa mematikan.

Menurut Wawan, kegiatan bersih-bersih kawasan mangrove dari bahaya sampah ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada KPT Truno Djoyo yang sejak tiga tahun terakhir aktif menanam mangrove di sepanjang sungai Wonorejo.

“Panjang mangrove Wonorejo sendiri mencapai 3,5 kilo meter. Sampai saat ini KPT Truno Djoyo dengan dukungan berbagai pihak sudah menanam lebih dari 200 ribu pohon mangrove,” bebernya.

Dari hasil bersih-bersih pada Minggu pagi itu, setidaknya 8 karung sampah plastik bisa diambil dan diamankan dari pohon mangrove. Sebagian besar adalah sampah plastik kemasan dan tas kresek. Mulai dari kemasan makan, minuman sampai sabun, dan deterjen. Selain itu yang banyak ditemukan popok sekali pakai.

“Ancaman lain dari anakan mangrove di sepanjang sungai Wonorejo adalah kambing milik warga yag dilepas di tambak. Kambing-kambing tersebut akan memakan pucuk daun anakan mangrove. Untuk mengatasi masalah kambing ini, KPT Truno Djoyo harus memagar tambaknya agar kambing tidak masuk dan memakan pucuk daun anakan mangrove,” pintanya.

Selain merawat anakan mangrove kegiatan yang diikuti 70 orang ini juga melakukan kegiatan menanam mangrove. Sedikitnya ada seribu pohon mangrove yang ditanam di tepi Sungai Wonorejo yang belum ditumbuhi vegetasi mangrove.

“Pohon tersebut adalah bantuan dari The Body Shop Indonesia yang memang sangat peduli terhadap lingkungan hidup. Jenis vegetasi mangrove yang ditanam adalah pohon bakau atau tanjang dari dua jenis, yaitu rhizophora mucronata dan rhizophora apiculata,” jelasnya.