PTPN XII Bangun Pabrik Gula Rp 1,5 T

 

PTPN XII Bangun Pabrik Gula Rp 1,5 T

PT Perkebnunan Nusantara (PTPN) XII bangun pabrik gula dengan investasi Rp 1,5 triliun. Pembangunan ini merupakan yang pertama dilakukan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bangun pabrik gula.

Kapasitas pabrik gula ini mampu memproduksi gula 108.000 ton pertahunnya. Selain itu, lahan tebu yang dimiliki perusahaan yang biasa disebut Rollas ini sudah ada, dengan luas lahan 9.000 hektar. Sementara lahan yang bisa dioptimalkan saat ini sekitar 6.000 hektar.

“Saat ini proses pembangunan sudah berjalan, dan kita berharap tahun 2015 nanti sudah bisa dioperasikan,” ujar Corporate Secretary PTPN XII, Herry Purwanto belum lama ini. Dia mengklaim pabrik gula ini yang pertama dibangun oleh perusahaan BUMN diera modern ini.

Herry menyebutkan saat ini lahan tebu yang sudah ditanami disewakan ke PTPN X dan XI dari total lahan yang ditanami seluas 6.000 hektar. Dari total kapasitas tersebut, pihak PTPN XII mampu memproduksi 8.000 ton perhari.

Pabrik gula perdana ini akan dibangun di Glenmore, Banyuwangi. Herry menegaskan untuk bangun pabrik gula modern ini merupakan investasi sendiri tanpa melibatkan pihak manapun. Kita memang tidak melibatkan pihak kedua maupun ketiga,” tegasnya.

Pada tahun pertama produksi tebu adalah 108.000 ton pertahun. Kapasitas tersebut masih jauh dari kebutuhan gula secara nasional yang mencapai 6.5 juta ton pertahunnya. Sedangkan kapasitas industri gula secara nasional sekitar 3 juta ton pertahun.

Peluang kebutuhan tebu yang masih besar inilah, yang dijadikan market bagi PTPN XII. Meski saudaranya, PTPN X dan PTPN XI sama-sama memproduksi gula di Jawa Timur. Kelebihan lain dari industri gula ini adalah jarak lahan dengan pabrik gula yang hanya 62 km. Herry memastikan tidak ada persaingan antarperusahaan, justru akan saling membantu.

“Kapasitas produksi kita masih bisa ditingkatkan. Selain dari kemampuan industri yang kita miliki, tetapi juga lahan yang kita miliki. Nantinya produksi tebu bisa kita tingkatkan dari 8 ribu ton perhari menjadi 10 ribu ton perhari,” tambahnya. (wh)