PTPN XI Target Produksi Gula 470.588 Ton Tahun Ini

PTPN XI Target Produksi Gula 470.588 Ton Tahun Ini

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI menargetkan bisa produksi gula hingga 470.588 ton tahun ini. Capaian tersebut naik 69.588 ton dibanding realisasi giling pada tahun 2013 yang mencapai 401.000 ton.

Sekretaris Perusahaan PTPN XI, Adig Suwandi mengungkapkan, peningkatan produksi gula dengan cara perbaikan rendemen gula dalam tebu. “Selain itu perlu dilakukan perluasan lahan budidaya tebu yang mengalami penurunan,” katanya.

Rendahnya rendeman gula tahun lalu berdampak pada penurunan produksi gula sekitar 1.538 ton. Tahun lalu, rendemen gula dalam tebu sekitar 6,83 persen, turun dibanding 2012 yang mencapai 7,17 persen. Penurunan itu menurut Adig disebabkan hujan yang turun berkepanjangan.

“Pada tahun ini kami berharap rendemen bisa mencapai 7,84 persen. Disamping karena cuaca yang lebih bersahabat, peningkatan rendemen tersebut dihasilkan dengan penggantian varietas tebu,” terangnya akhir pekan lalu. Selain itu jumlah tebu yang digiling tahun ini ditargetkan bisa mencapai 5,98 juta ton.

Saat ini, PTPN XI mempersiapkan perluasan area budidaya tebu di 16 pabrik gula (PG) di Jawa Timur yang berkapasitas 42.000 ton tebu. Tahun lalu luas areal pertanian tebu 81.517 hektar dan tahun ini diharapkan bisa menaikkan produksi gula sekitar 3 persen, atau menjadi 81.768 hektar.

”Proyeksi kami, peningkatan itu didapatkan dari lahan yang dikelola PTPN XI sendiri, dari 19.121 hektar di tahun lalu menjadi 19.765 hektar pada tahun 2014. Kalau tebu rakyat kami perkiraan akan turun atau stagnan,” ujarnya.

Penurunan ini, terang Adig, akibat kurang kondusifnya harga gula musim giling 2013. Selain itu juga faktor rendahnya rendemen, dan menyebabkan sebagian besar petani tidak mendapatkan profit memadai. Bahkan tidak sedikit petani yang mengalami kerugian.

PTPN XI akan memberikan berbagai intensif kepada petani agar menunjukkan minat menanam tebu. Diantaranya dengan memberikan jaminan pendapatan minimum bagi para petani binaan. Sebagai konsekuensinya, petani diminta memasok tebu sesuai kelayakan giling, yakni manis, bersih, dan segar.

“Untuk giling tahun ini, PTPN XI juga memberikan dana talangan kepada petani seperti yang kami lalukan tahun lalu, selama gula bagi hasil dengan PG belum terjual sesuai harga patokan (floor price). Dengan begitu, petani tetap dapat melaksanakan kegiatan keprasan dan budidaya lain meskipun gula belum terjual,” urainya.

Perusahaan juga memberikan bantuan benih dengan potongan hingga 50 persen bagi petani yang bersedia melakukan aktivitasnya sendiri. Seperti pembongkaran keprasan dan menggantinya dengan benih dari varietas unggul (bongkar ratoon).

Sedangkan 50 persen sisanya dibayar setelah giling usai. Insentif juga diberikan kepada petani yang bersedia menanam tebu dari varietas masak awal (umur kurang dari 11 bulan), sehingga tebu dapat digiling pada periode awal antara Mei-Juli. (wh)