PTPN XI Siap Memasuki Musim Giling 2022

PTPN XI Siap Memasuki Musim Giling 2022

Pabrik gula PTPN XI. foto: ist

Memasuki musim giling tebu 2022, PTPN XI siap mendukung performa PTPN Group dengan meningkatkan kinerjanya. Hal ini disampaikan Direktur PTPN XI R. Tulus Panduwidjaja seusai menghadiri halal bihalal Ikatan Keluarga Besar Istri Karyawan di Surabaya, Kamis (19/5/2022).

“Kami PTPN XI berupaya dan berkomitmen memberikan kontribusi melalui meningkatkan kinerja untuk mendukung PTPN group masuk dalam lima besar BUMN terbaik di Indonesia dan menyiapkan diri menjadi industri terbesar perkebunan di dunia, sebagaimana yang disampaikan dalam rapat koordinasi PTPN Group Minggu lalu,” ungkapnya.

Sebelumnya, PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara gelar rapat koordinasi yang dihadiri manajemen anak perusahaan dengan tema To Infinity and Beyond, Jump Higher Together. PTPN berkomitmen untuk selalu berkembang, berinovasi dan melakukan berbagai aksi korporasi demi peningkatan kerja, serta menerapkan tata kelola bisnis terbaik untuk menjadi perusahaan berkelas dunia.

“Transformasi di PTPN masih terus berlanjut. Untuk bisnis gula saat ini sedang berproses restrukturisasi bisnis gula dengan dibentuknya sugar company dengan tujuan sinergi bisnis gula PTPN Group yang akan mendukung tercapainya swasembada gula nasional. Meski demikian kami tetap fokus dalam mensukseskan musim giling, hingga hari ini tiga pabrik gula yakni PG Djatiroto, PG Assembagoes dan PG Pagottan. Sisanya menyusul dalam akhir bulan ini dengan target giling tebu 4,8 juta ton,” terangnya.

Komisaris Utama PTPN XI Osmar Tanjung menegaskan, kinerja operasional PTPN XI sudah bagus meski secara finansial masih perlu dioptimalkan.

Hasil dari pengawasan komisaris secara kinerja operasional, yang dilakukan manajemen dan karyawan sudah bagus. PTPN XI harus diback up oleh Holding PTPN secara finansial agar kinerja masa giling sekarang menjadi optimal. Selajn itu, beban yang ada, adalah adanya dampak dari investasi yang pada awalnya direncanakan melalui Program PMN multiyears tapi tidak terealisasi, sehingga kelanjutan program modernisasi pabrik gula menjadi investasi sendiri.

“Kabar gembira lainnya, rendemen dan produktivitas PTPN XI sendiri menjadi Benchmark PTPN Group dalam konteks operasional, apalagi PTPN XI masuk dalam 5 besar PTPN terbaik dalam kinerja dan transformasi bisnis,” jelas Osmar.

Rapat koordinasi yang digelar PTPN group diharapkan sebagai sarana koordinasi dan terwujudnya kesamaan persepsi, komitmen, sinkronisasi, serta sinergitas antar anak perusahaan. (wh)