PTPN XI Minta Pemerintah Tata Ulang Impor Gula

 

PTPN XI Minta Pemerintah Tata Ulang Impor Gula

PT Perkebunan Nusantar (PTPN) XI mendesak pemerintah menata kembali kebijakan impor gula. Desakan ini disebabkan masih menumpuknya gula hasil giling 2013 di berbagai gudang milik PTPN XI.

Saat ini terdapat 101.200 ton gula yang tersimpan di gudang PTPN XI di berbagai daerah. Gula tersebut terdiri dari 32.957 ton milik PTPN XI, 1.722 ton milik petani, dan 66.521 ton milik pedagang yg dititipkan akibat seretnya penjualan di pasar.

“Kita (petani tebu dan PG) berharap pemerintah menata ulang ulang impor gula agar gangguan terhadap penetrasi pasar tak terjadi. Sebab saat ini stok masih tinggi,” ujar Sekteratis Perusahaan PTPN XI Adig Suwandi.

Stok gula tersebut rencananya akan dipindahkan ke gudang yang disewa managemen PTPN XI bulan ini. seperti gudang milik PT Kertas Leces untuk menampung gula produksi PG-PG Wonolangan, Gending, dan Pajarakan di Kabupaten Probolinggo.

Sementara stok gula hingga akhir April 2014, terdapat 800.000 ton gula. “Artinya, sejak stok gula nasional sampai Des 2013 terdapat 1,2 juta ton, dan dalam 4 bulan stok hanya berkurang 400.000 ton atau 100.000 ton per bulan. Dalam keadaan normal, tingkat serapan pasar atas gula tebu 220.000-250.000 ton, bahkan pada hari-hari raya keagamaan bisa mendekati 300.000 ton,” katanya.

PTPN XI berharap agar Perum Bulog tidak memaksakan impor gula sesuai kuota, 328.000 ton. Jika dipaksakan mengimpor gula pada musim giling, akan sangat mengganggu pemasaran gula lokal. “Lebih baik Bulog ikut tender gula lokal. Kalau harga yang diberikan tertinggi, pasti Bulog menang dan sangat membantu petani,” tutupnya.

Sejalan dengan, Adiq berharap impor gula kristal mentah (raw sugar) hanya untuk konsumsi industri, setelah ada kontrak pembelian dengan industri gula. Tujuannya agar gula impor raw sugar tidak merembes ke pasar eceran. (wh)