PTPN X Target Produksi Gula 576.000 Ton

PTPN X Target Produksi Gula 576.000 Ton
Aktivitas pengukuran rendemen di Pabrik Gula Ngadiredjo, Kediri, Jawa Timur, dengan alat modern core sampler.

 

Letusan Gunung Kelud pada 13 Februari silam, tidak berdampak pada sejumlah pabrik gula (PG) milik PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) di wilayah Kediri, Jatim. PTPN X berencana memulai musim giling pada Mei atau Juni.

PTPN X menegaskan, tidak ada gangguan terhadap fasilitas PG maupun lahan tebu. Sebab, di sekitar Kediri atau wilayah Gunung Kelud terdapat tiga pabrik gula, seperti PG Pesantren Baru, PG Meritjan, dan PG Ngadirejo yang mendapat perhatian khusus.

Dari tiga PG di Kediri itu termasuk 11 PG milik PTPN X di seluruh Jatim ditarget memproduksi gula hingga 576.000 ton, meningkat sekitar 19 persen dibanding produksi 2013 yang hanya sebesar 485.472 ton. 

“Sekarang kami fokus pada upaya peningkatan produksi gula pasca letusan Kelud. Kami (PTPN X) merupakan produsen gula terbesar di Indonesia, dan beraharp tahun ini mengalami peningkatan produksi,” kata Sekretaris Perusahaan PTPN X, M. Cholidi, Selasa (18/3/2014).

Chalidi menegaskan, ketiga PG di sekitar Kediri tidak mengalami kerusakan pasca letusan Gunung Kelud. Hanya fasilitas karyawan yang mengalami kerusakan, sedangkan fasilitas pabrik tidak berdampak sama sekali. 

Adapun terkait lahan tebu, Cholidi mengatakan, hanya sedikit yang mengalami kerusakan. “Sedikitnya sekitar 24 hektar lahan tebu yang terkena lahar dingin dan harus puso (gagal panen). Jumlah 24 hektar itu sangat minim, sekitar 0,1 persen dari total lahan tebu di lingkungan PG di wilayah Kediri yang mencapai sekitar 24.000 hektar,” ungkapnya. 

Selain itu PTPN X memastikan tidak ada kerusakan terhadap mesin giling. Piun dengan budidaya tebu atau on farm juga jauh dari kerusakan. 

“Selebihnya lahan tebu hanya perlu dibersihkan. Sementara abu vulkanik di lahan tebu dalam beberapa tahun ke depan kita jadikan pupuk yang sangat subur,” jelas Cholidi.

Sementara pabrik gula diluar Kediri, seperti PG Modjopanggoong di Tulungagung juga tidak terdampak. Secara umum semua PG milik PTPN X ditegaskan siap tempur. Baik dari aspek budidaya tebu (on farm) maupun pengolahan di PG (off farm).

Cholidi optimistis produksi gula perseroan bisa mencapai level optimal. PTPN X telah melakukan modernisasi pada sejumlah PG dan diharapkan kinerja produksi bisa semakin baik. 

“Di sejumlah PG, saat ini sudah kami lakukan otomatisasi dan semi-otomatisasi. Tidak manual seperti dulu. Kami optimistis PG semakin efisien dengan tingkat produksi yang kian optimal,” pungkasnya. (wh)