PTPN X Perkuat Diversifikasi Industri Gula

PTPN X Perkuat Diversifikasi Industri Gula
Proses pengemasan gula di Pabrik Gula Kremboong milik PTPN X

Terkait kinerja 2015, Subiyono menambahkan, selain melanjutkan revitalisasi pabrik gula dan mekanisasi budidaya tebu, pihaknya akan terus menggenjot diversifikasi usaha. Selain memproduksi gula, PTPN X selama ini telah menjual bioetanol yang dihasilkan dari pengolahan limbah cair alias tetes tebu (molasses).

Tahun ini, PTPN X akan menuntaskan program co-generation yang memproduksi listrik dari limbah padat atau ampas tebu di sejumlah pabrik gula miliknya. Di antaranya di PG Ngadiredjo (Kediri) sebesar 10 MW. ”Saat ini sudah tahap finalisasi kerja sama dengan salah satu perusahaan untuk produksi dan penjualan listrik dari PG Ngadiredjo,” kata Subiyono.

Setelah PG Ngadiredjo, produksi listrik dari ampas tebu sedang disiapkan di PG Pesantren Baru (Kediri), PG Kremboong (Sidoarjo), dan PG Gempolkrep (Mojokerto). ”Kami sedang mematangkannya dan melobi pihak terkait untuk menyukseskan program ini,” ujar Subiyono.

Dia optimistis, program diversifikasi bisa memberikan tambahan potensi pendapatan untuk pabrik gula, sehingga ke depan sandaran pendapatan tak lagi bertumpu pada penjualan gula. ”Potensi pendapatannya bisa ratusan miliar. Perhitungannya, investasi di program diversifikasi produksi listrik itu membutuhkan waktu 4 tahun untuk break event point (BEP) atau titik impas,” ujarnya.

Dia menambahkan, situasi dua tahun terakhir ini seharusnya membuka mata semua pihak bahwa gula tak bisa lagi jadi sandaran utama keberlangsungan pabrik-pabrik yang ada. ”Di Brazil, India, atau Thailand, pabrik gula sudah banyak meraih pendapatan dari penjualan bioetanol, listrik, dan produk turunan lain. Jadi mereka tidak galau saat harga gula turun,” pungkas Subiyono.

Sepanjang musim giling tahun 2014, PTPN X berhasil memproduksi gula sebesar 468.337 ton pada musim giling 2014 dari sebelas pabrik gula miliknya di Jawa Timur. Meski dihadang dampak lanjutan anomali iklim, kinerja produksi perusahaan relatif stabil. Produksi gula tercatat hanya turun sekitar 3 persen dari tahun 2013.

Dengan produksi 468.337 ton, PTPN X tetap sebagai produsen gula terbesar se-Indonesia. Beberapa indikator kinerja menunjukkan perbaikan. Kadar gula dalam tebu (rendemen) mencapai 7,64 persen pada 2014, meningkat cukup signifikan dibanding 2013 saat terjadi anomali iklim sebesar 7,19 persen. Produktivitas lahan rata-rata mencapai 85 ton per hektar, termasuk yang tertinggi di antara perusahaan pergulaan yang lain. (wh)