PTPN X Manfaatkan Potensi Listrik dengan Ampas Tebu

PTPN X Manfaatkan Potensi Listrik dengan Ampas Tebu

PT Perkebenunan Nusantara (PTPN) X berupaya memaksimalkan sisa produksi gula berupa ampas sebagai energi listrik. Direktur Utama PTPN X, Subiyono menyebutkan ampas tebu bisa memproduksi listrik melalui program cogeneration.

Subiyono menyatakan satu ton tebu bisa menghasilkan sekitar 300 kilogram ampas yang bisa digunakan sebagai bahan bakar. Dimana setiap satu ton ton ampas tebu mampu membangkitkan listrik dengan cogeneration sebesar 220-240 KWh.

Di sejumlah pabrik gula milik PTPN X memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai bahan bakar. Salah satunya adalah Pabrik Gula (PG) Kremboong Sidoarjo, yang mampu menghasilkan 10 Mega Watt (MW) dari inv estasi Rp170 miliar.

“Dari jumlah yang kita hasilkan, sekitar 4,5 MW digunakan untuk kebutuhan sendiri, sedangkan sisanya kita jual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN),” kata Subiyono, Kamis (14/8/2014).

Saat ini, kapasitas giling PG Kremboong mencapai 2.700 ton tebu per hari, dan 2,8 ton ampas per jam. Hingga akhir 2014, PG Kremboong menargetkan bisa mendapatkan kelebihan ampas sekitar 8.480 ton yang akan dijual ke pihak lain, sehingga bisa mendapatkan keuntungan ekonomis.

Subiyono mengakui, teknologi yang digunakan untuk produksi listrik dari ampas tebu cukup tinggi dan memakan biaya. “Dalam kurun empat tahun terakhir, kita sudah mampu mengoptimalkan ampas utnuk mengurangi penggunaan BBM, sekaligus menekan biaya operasi,” ungkapnya.

Konsumsi BBM di PTPN X pada 2007 masih mencapai Rp130 miliar. Dengan optimalisasi ampas tebu, kebutuhan untuk listrik industri bisa ditekan hingga Rp1,5 miliar pada 2013. “Kami ingin zero BBM. Insya Allah tahun ini atau setidaknya tahun depan, ampas tebu kita jadikan indikator,”  lanjutnya.

PTPN X sudah mengembangkan program cogeneration di PG Ngadiredjo, Kediri. Di PG Ngadiredjo, sudah melakukan simulasi investasi untuk mengembangkan cogeneration. Investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 310 miliar dengan perkiraan pengembalian investasi selama 3 tahun. (wh)