PT POS Cuma Rugi Rp 20 Juta Akibat Kelud

PT POS Cuma Rugi Rp 20 Juta Akibat Kelud

Tiga hari tidak beroperasi akibat ditutupnya Bandara Internasional Juanda akibat debu Gunung Kelud menyebabkan PT Pos Indoensia mengalami kerugian Rp 20 juta. Angka itu relatif kecil lantaran tak banyak barang yang hendak dikirimkan ke luar Jatim.

Kepala Mail Processing Center Surabaya Harisma Anugraha menyebutkan, kondisi itu disebabkan banyak barang ditarik untuk pindah moda transportasi. Semula banyak barang yang hendak dikirim melalui Juanda, tapi ditarik untuk dikirim melalui truk atau kereta api.

Kata Harisma, pengiriman lewat darat jauh lebih murah. “Karena banyak barang yang ditarik itulah yang menyebabkan kerugian kita tidak terlalu besar. Sementara dengan mengirim paket melalui jalur darat jauh lebih murah,” katanya.

Pihak PT Pos Indonesia menyatakan selama tiga hari tidak ada aktivitas pengiriman maupun penerimaan paket udara. Praktis, sejak ditutup pada Jumat, 14 Februari lalu, aktivitas mulai normal Selasa. Normalnya operasional bandara ini juga diikuti dengan beroperasinya kembali beberapa darah.

“Kecuali Ngantang, Kabupaten Malang. Kemungkinan baru besok (hari ini) sudah berjalan normal. Sebab Ngantang berdampak langsung erupsi Gunung Kelud,” lanjutnya. Di Ngantang aktivitas pengiriman surat tidak ada, karena rumah tidak berpenghuni setelah ditinggal mengungsi.

Harisma menambahkan aktivitas pengiriman dan penerimaan surat di Ngantang dilakukan dengan cara mobile. Yakni dengan mendatangi posko-posko pengugsian penduduk. Tetapi transaksi di Ngantang cukup tinggi, dengan rata-rata per harinya mencapai Rp 5 juta.

PT POS Indonesia mengakui pengiriman surat dari Kota Malang terputus di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. “Dampaknya layanhan surat ekspress, paket pos kilat khusus, dan paket luar negeri tidak bisa terkirim, karena memang permintaan dari aparat keamanan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak PT Pos telah membuka layanan jaminan ganti rugi. Tetapi sejauh ini banyak yang belum mengajukan ganti rugi akibat paket tidak terkirim. “Masyarakat sudah memahi situasi yang ada, dan kita siap melayani bila ada yang mengajukan ganti rugi,” tutupnya. (wh)