PT PII Komitmen Bantu Pendanaan Infrastruktur Perguruan Tinggi

PT PII Komitmen Bantu Pendanaan Infrastruktur Perguruan Tinggi

Dirut PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Sinthya Roesly dan Ir Hari Purwanto MSc DIC di acara Simposium I bertajuk Inovasi Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia yang bertempat di Grha Sepuluh Nopember ITS.

Konsep pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan memerlukan strategi yang tepat. Tidak saja berkaitan dengan pembiayaan pembangunan, melainkan juga dengan kemampuan tata kelola yang baik dengan memperhatikan kearifan lokal, termasuk budaya setempat.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Sinthya Roesly mengatakan, pihaknya memberikan dukungan pada UNIID/JPII sejak pembentukannya.

“Kami sangat berharap agar anggota UNIID/JPII bisa lebih aktif mengembangkan berbagai skema pendanaan sehingga infrastruktur di perguruan tinggi Indonesia bisa lebih maju, setara antara wilayah yang sedang dan sudah berkembang, serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional”. ujar dia saat di Simposium I bertajuk Inovasi Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia yang bertempat di Grha Sepuluh Nopember ITS

Kata dia, PII juga telah berhasil mendampingi pengembang proyek infrastruktur dalam menjamin pembiayaan PLTU Batang. Ke depan, pembiayaan infrastruktur pendidikan tinggi juga diharapkan dapat dijamin oleh PII sehingga semakin banyak sumber pembiayaan yang dapat membantu perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Sehingga lulusannya nantinya juga relevan dengan kebutuhan pembangunan, dan dapat menghasilkan riset yang bermanfaat bagi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat,” papar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Danang Parikesit sebagai Ketua dari UNIID/JPII menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur Indonesia merupakan perhatian besar dari pemerintah.

Hal tersebut ditunjukkan dengan sasaran pembangunan infrastruktur yang cukup ambisius dalam berbagai sektor seperti misalnya, pembangunan 35.000 MW pembangkit dan distribusinya, 163 pelabuhan, 2,650 KM jalan nasional, 1.000 KM jalan tol, 3.258 KM rel kereta api, 15 bandara, 49 bendungan, dan sistem irigasi untuk 1 juta hektar lahan.

“Pembangunan infrastruktur ini diarahkan untuk mengurangi biaya logistik, peningkatan ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan daya saing dan kapasitas industri nasional,” urai dia. (wh)