PT HM Sampoerna Teken MoU dengan Kemenristek Dikti

PT HM Sampoerna Teken MoU dengan Kemenristek Dikti

PT HM Sampoerna Tbk telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan kementerian riset, teknologi dan  pendidikan tinggi (Kemenristek Dikti) dalam rangka kerjasama penguatan inovasi dengan industri dalam bidang riset, teknologi dan perguruan tinggi. 

Penandatangan dilakukan oleh Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis dan Mentri Risetdikti, Mohammad Natsir yang diwakili oleh Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe, Rabu (22/5/2019).

Inasanti Susanto, Kepala Komunikasi Korporasi PT HM Sampoerna Tbk, menjelaskan jika saat ini industri tembakau saat ini tengah menuju ke arah perkembangan yang berbasis sains dan ilmu pengetahuan.

“Sampoerna menerapkan sistem produk terpadu (SPT) melalui para pemasok tembakau yang menjalin kontrak langsung dengan para petani. Lalu, para petani mendapat dukungan teknis, finansial dan sosial mulai dari perencanaan penanaman hingga penjualan,” tutur dia dalam acara Media Gathering yang digelar di House Of Sampoerna (HoS) Jalan Taman Sampoerna Surabaya, Kamis (23/5/2019).

Dia juga menjelaskan perkembangan sistem SPT yang dilakukan oleh Sampoerna sampai dengan 2018. Ina, begitu karib dia disapa mengatakan, ada 28.200 petani dan 25.000 Ha luas area tanam yang dibina oleh pihaknya. “Angkanya terus meningkat. Mulai 2011 angkanya sekitar 7.000 petani lalu meningkat ditahun 2014 sekitar 22.000 petani dan di 2018 kita punya 28.200 petani,” tegasnya.

Ina menambahkan, Sampoerna kini punya 114 kantor area penjualan di seluruh Indonesia. Hingga 2018, ada 43 negara tujuan ekspor tembakau yang dilayani oleh Sampoerna. “Sedangkan untuk volume penjualan (sales volume) ditahun 2018 lalu kita mencatat 101,4 miliyar batang dengan pembayaran pajak (tax payment) diatas Rp 70,5 triliun,” tandasnya.(wh)