Psikolog UI: Ahok Bisa Tiru Gaya Komunikasi Risma

 

Unas Bakal jadi Tolok Ukur Masuk Universitas Luar Negeri
Unas Bakal jadi Tolok Ukur Masuk Universitas Luar Negeri

Gaya marah-marah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok dalam memimpin kembali jadi sorotan. Kali ini terkait dengan perseteruannya dengan DPRD DKI soal dana siluman dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Psikolog politik dari Universitas Indonesia (UI) Dewi Haroen kemudian membandingkan cara komunikasi mantan Bupati Belitung Timur itu dengan beberapa tokoh, salah satunya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) yang berprestasi, namun tidak membuat banyak kontroversi.”Dalam politik ada etika yang membenarkan tindakan, belum pernah terjadi keributan seperti ini. Ada Ridwan Kamil, ada Risma, mereka berprestasi tapi tidak seribut ini,” kata Dewi.

Penulis buku berjudul Personal Branding itu menyebut, Ahok tidak bisa mewujudkan niat baiknya dengan cara bertutur yang buruk. Seringkali, suami Veronica Tan itu menggunakan komunikasi ala preman. “Niatnya baik sekali, tapi cara menyampaikannya itu yang masalah. Komunikasi yang dipakai seperti gaya preman, gaya jalanan,” tegasnya.

Menurutnya, butuh proses untuk memberantas korupsi anggaran di Indonesia. Komunikasi marah-marah seperti Ahok, kata dia, hanya akan menambah runyam masalah yang ada. “Semua lagi buruk dan bukan di DKI Jakarta saja, masyarakat juga buruk, sering melanggar aturan. Semua ini enggak ada bagus-bagusnya. Jadi, enggak mungkin dengan membalik telapak tangan (menyelesaikan persoalan). Ada proses yang harus dilalui,” simpulnya. (oke)