Proyek Trem, Pemkot Surabaya Lobi Kemenhub

Proyek Trem, Pemkot Surabaya Lobi Kemenhub

Pelaksanaan proyek angkutan massal berupa trem di  Surabaya yang direncanakan dikerjakan tahun 2016, hingga kini masih menunggu rekom pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahjudrajat mengatakan, pihaknya berjuang untuk meyakinkan pihak pemerintah pusat untuk melaksanakan pembangunan trem sepanjang 17,14 kilometer tersebut.

“Kami (Pemkot Surabaya red) yakinkan Kemenhub bahwa perencanaan transportasi massal Surabaya menjadi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan angkutan umum memang terpenuhi di kota ini, tapi masyarakat kurang puas. Kami akam terus berjuang agar pembangunan trem dapat dilanjutkan,” kata Irvan Wahyu Drajat kepada awak media di ruang humas Pemkot Surabaya, Rabu (14/9/2016).

Ia menyambung, angkutan masal di Surabaya sudah merupakan perencanaan holistik (menyeluruh atau utuh). Seperti adanya pembangunan park and ride yang menunjang angkutan masal nantinya.

Diakuinya, hingga kini memang masih belum ada sikap resmi dari pemerintah pusat melalui Kemenhub tentang kelanjutan pembangunan angkutan masal trem. Oleh karena itu, pihak Dishub Surabaya terus menanyakan kelanjutannya saat rapat yang diadakan oleh Kemenhub.

“Kami sudah sering rapat dan menanyakan trem kepada Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan karena anggaran pembangunan darisana kan,” tukasnya.

Jalur trem ini sendiri nantinya akan terletak di samping median jalan dan terbentang dari Jalan Raya Darmo hingga jalan Urip Sumoharjo. Berlanjut ke Jalan Basuki Rahmat, Embong Malang ke utara hingga ke Indrapura.

Dari halte Indrapura akan dilanjutkan ke jalan Rajawali, Jembatan Merah, Veteran, Tugu Pahlawan, Siola, Genteng, Tunjungan, Gubernur Suryo, Bambu Runcing, hingga kembali ke Panglima Sudirman. (wh)