Prostitusi Dolly Geser ke Kos-kosan Putat Jaya

 

Prostitusi Dolly Geser ke Kos-kosan Putat Jaya

Meski eks lokalisasi Dolly telah ditutup Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 18 Juni 2014 lalu, namun praktik prostitusi secara terselubung masih terjadi.

Dari pantauan enciety.co di wilayah Kelurahan Putat Jaya, Selasa (15/7/2014), prostitusi masih beroperasi. Siang itu, terlihat beberapa orang berpakaian preman tampak berjaga di setiap gang masuk menuju Dolly.

Para calo prostitusi itu akan menawarkan pekerja seks komersial (PSK) kepada orang yang melalui gang di Keluarahan Putat Jaya. “Cari cewek, Mas? Ayo saya ada,” tawar calo saat enciety.co berada di kawasan tersebut.

Para calo itu lalu memberikan kriteria yang cocok bagi pelanggannya itu. Mulai dari harga hingga pelayanan. Namun bedanya jika biasanya praktik dilakukan di dalam wisma kebanyakan praktik secara terselubung tersebut kini dilakukan di dalam rumah kontrakan atau kos-kosan.

Warga sekitar eks lokalisasi Dolly, Siani (30), juga mengamini hal itu. Menurut warga gang 2 di Kelurahan Putat Jaya itu melihat praktik prostitusi secara terselubung masih kerap terjadi. Dikatakannya, modusnya pun sudah berubah, yakni bukan lagi praktik di malam hari melainkan saat siang hari saat puasa.

“Ada beberapa (PSK) tetangga juga masih beroperasi. Tapi lainnya banyak yang libur,” terang perempuan yang mengaku pernah menjadi operator cafe tersebut.

Ia juga membeberkan bahwa wacana yang merebak di perkampungannya bahwa Dolly hanya tutup sementara waktu saja saat momen Ramadan.

“Katanya sesudah Lebaran nanti akan buka lagi,” tuturnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Irfan Widyanto saat dihubungi enciety.co via ponselnya mengaku belum mendengar informasi tersebut. Pihaknya juga merasa kecolongan dengan masih adanya praktik prostitusi itu.

“Mohon infonya di Dolly dan Jarak? Kami akan menindak lanjuti temuan itu, Mas,” jelasnya singkat. (wh)