Prospek Cerah Pariwisata Indonesia

Prospek Cerah Pariwisata Indonesia

Ratna Ayu, peneliti Enciety Business Consult

Wonderful Indonesia, country branding ini acapkali dijumpai saat melakukan pencarian destinasi wisata di mesin pencarian. Menteri Pariwisata Arief Yahya memang sedang memfokuskan usahanya dalam rangka memajukan pariwisata Indonesia. Setiap daerah diperkenankan mempromosikan pariwisata masing-masing dengan mencantumkan country branding tersebut.

Setiap tahun jumlah wisman terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dirilis enciety Desk Research (eDR) tahun 2014, jumlah wisman mencapai 9,44 juta orang atau meningkat sebesar 7,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 8,32 juta orang.

Peningkatan jumlah wisman ini lebih tinggi dibandingkan jumlah wisatawan dunia yang hanya tumbuh sebesar 4,7 persen. Target pun dipasang, Menteri Pariwisata optimistis pada tahun 2019, jumlah wisman akan tembus 20 juta.

Peningkatan jumlah wisman tersebut tak terlepas dari destinasi yang beragam dan berbagai promosi yang dilakukan. Namun, dari sekitar 300 juta orang di Asia – Pasifik yang melakukan pencarian destinasi wisata melalui mesin pencarian Google, hanya sekitar 80 juta orang yang mencari wisata Indonesia.

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Arief Yahya telah mencanangkan konsep E-Tourist.  Promosi digital ini sekaligus untuk mensiasati anggaran pariwisata Indonesia yang masih sangat terbatas,

Destinasi wisata yang terus mengalami peningkatan jumlah peminat adalah wisata bahari. Data Kementerian Pariwisata, tren peningkatan ini juga terjadi secara global. Sebagai negara kepulauan yang memiliki keindahan alam luar biasa, hal ini bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik kunjungan wisman melalui wisata bahari.

Kawasan strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Coral Triangle, meliputi Wakatobi, Raja Ampat, Bunaken, dan Morotai patut mendapatkan prioritas pembangunan. Apalagi selama tiga tahun terakhir, tren kunjungan wisman menunjukkan peningkatan.

Nampaknya, berwisata ke Timur Indonesia kian diminati. Hanya saja, perbaikan infrastruktur masih sangat dibutuhkan untuk menggenjot jumlah wisman. (wh)