Program 1 Juta Unit Rumah, BTN Kejar Realisasi 480 Ribu KPR

Program 1 Juta Unit Rumah, BTN Kejar Realisasi 480 Ribu KPR
foto: rumah123.com

Permintaan properti khususnya untuk rumah sederhana masih tetap tinggi. Terbukti dalam hitungan dua bulan sejak pemerintah mencanangkan program pembangunan satu juta unit rumah sepanjang 2015, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berhasil meloloskan kredit pemilikan rumah (KPR) terhadap 80.549 nasabah.

“Dengan capaian itu, kita optimis mampu memenuhi target pemerintah dalam membiayai sebanyak 480.000 unit rumah pada tahun ini,” kata Direktur Utama BTN Maryono di Jakarta, Rabu (14/7/2015).

Sesuai perhitungannya, Maryono meyakini jika BTN akan mampu memproses pengajuan kredit sebanyak 336.000 unit rumah subsidi dan 144.000 unit rumah non-subsidi. Sehingga jumlahnya mencapai 480.000 unit. “Kami yakin kalau pasar akan merespons sangat positif tentang program satu juta rumah ini,” tandas Maryono.

Pada bagian lain, dia mengungkapkan bahwa hingga Mei 2015, total pembiayaan KPR yang telah digelontor BTN kepada nasabahnya mencapai Rp 123,3 triliun. Capaian kredit yang dibukukan itu naik 18,17 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 104,4 triliun.

“Program pembangunan satu juta rumah menjadi pendorong bergeraknya laju KPR kami,” jelasnya.

Peluang untuk tumbuh pada semester kedua, menurut dia, masih cukup besar. “Kita optimistis ke depan, ekonomi akan semakin bagus sehingga akan memberi kontribusi pada peningkatan kinerja BTN pada tahun ini,” imbuhnya.

Dengan kemampuan ekspansi kredit yang cukup bagus, kata dia, BTN mencatat laba bersih Rp 678 miliar sampai Mei 2015, atau tumbuh 49,88 persen dibanding pencapaian Mei 2014 yang mencatat penerimaan laba bersih sebesar Rp 452 miliar.

Hasil positif yang dicatat bank BUMN yang fokus pada pembiayaan perumahan ini sepanjang lima bulan pertama di 2015 itu bukan hanya dari sisi kredit. Perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat tumbuh 10,95 persen atau meningkat menjadi Rp 111,5 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 100,5 triliun.

Sementara asset hingga Mei 2015 tercatat sebesar Rp 152,8 triliun, atau tumbuh 14,01 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 134 triliun. (wh)