Profesor MIT: Risma Wali Kota Pro Rakyat

Profesor MIT: Risma Wali Kota Pro Rakyat
Assistant Professor di bidang Architecture and Sustainable Design, Andres Sevtsuk (kanan), menerima udeng pemberian Tri Rismaharini di Balai Kota, Selasa (25/3/2014).

 

Kepopuleran Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ternyata terdengar sampai ke Negeri Paman Sam. Hal itu terungkap ketika enciety.co mewawancarai salah satu dosen pembimbing yang turut mendampingi 9 mahasiswa Massachusetts Intitute of Technology (MIT), Amerika Serikat berkunjung ke Balai Kota, Selasa (25/3/2014).

Assistant Professor di bidang Architecture and Sustainable Design, Andres Sevtsuk mengaku telah mendengar sepak terjang wali kota Surabaya itu. “Ya, saya sudah tahu beberapa kisah tentangnya (Risma, Red). Saya sangat mengapresiasi beliau. I think Risma is not development-centric, but she is people’s mayors (Saya pikir, Risma bukanlah pemimpin yang condong pada pengembangan kota. Tetapi ia wali kota yang pro rakyat, Red),” ujarnya.

Profesor muda itu menilai, program-program kota Surabaya, termasuk MRT, menarik untuk diteliti. Sebab, Surabaya adalah kota yang dinamis. Perkembangan kotanya pesat, namun masih ada kawasan perkampungan. “Beberapa hal tersebut harus menjadi perhatian pemerintah supaya MRT itu nanti bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Saat forum tanya jawab berlangsung, salah seorang mahasiswa sempat bertanya bagaimana kiat bagi kota lain agar bisa mengikuti jejak Surabaya dalam membangun kota. Dengan tegas, Risma menjawab, kuncinya ada pada pemimpin. “Semua kota bisa seperti Surabaya, asalkan pemimpinnya mau memberikan contoh,” tukasnya.

Risma lalu menyebutkan, ia masih sering turun langsung menangani permasalahan kebersihan maupun hal-hal lainnya. Sebagai contoh, ketika membersihkan sampah di suatu kampung. Ia mengatakan, ia turun langsung sehingga mau tak mau warga sekitar malu bila tak membantu wali kotanya.

We have to give example. Not just order people to do something. (Kita harus kasih contoh. Tak hanya menyuruh-nyuruh orang untuk melakukan sesuatu, Red),” ujarnya.

Rombongan mahasiswa Magister bidang Urban Design itu rencananya akan kembali musim panas mendatang. Andres berjanji, setelah mahasiswanya usai mengumpulkan data dan hasil observasi awal dalam seminggu ini, penelitian akan dilakukan. Tujuannya ialah meneliti skema transportasi MRT koridor utara-selatan, berikut rencana pengembangannya di masa depan.(wh)