Produsen Usul Naikkan Harga Mobil Murah

 

Produsen Usul Naikkan Harga Mobil Murah

Produsen mobil murah nasional, Toyota dan Daihatsu, mengusulkan kenaikan harga mobil. Perubahan plafon harga LCGC melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menyatakan, terkait revisi plafon harga mobil tersebut pihak agen pemegang merek (APM) tidak bisa meminta, sesuai masing-masing kebutuhan APM.

Mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 harga jual maksimal LCGC off the road atau belum termasuk pajak adalah Rp 95 juta. Harga mobil bisa dinaikkan hingga 15 persen jika menggunakan transmisi otomatis. Jika dilengkapi fitur keselamatan penumpang, kenaikan maksimal 10 persen.

Regulasi itu pun menetapkan harga LCGC bisa dikaji ulang setiap tahun dengan memperhatikan tingkat inflasi. Inflasi tahunan hingga Juli mencapai 4,53 persen. Angka tersebut menurun dari bulan sebelumnya 6,7 persen karena dampak kenaikan bahan bakar minyak pada 2013 sudah tidak masuk hitungan.

“Sepanjang pengetahuan saya Gaikindo sudah mengajukan. Kita sebenarnya sudah bisa menaikan harga mobil. Tapi kita belum lakukan karena keputusan pemerintah belum ada. Sampai saat ini kami sedang menunggu berapa kenaikan yang diijinkan oleh pemerintah,” ujar Amelia.

Menurut Amelia, dalam hal kenaikan plafon harga LCGC APM harus mengikuti ketetapan pemerintah. APM tidak bisa menawar jika kenaikan plafon harga mobil hanya didasarkan pada tingkat inflasi semata.

“Pemerintah sudah fair. Kita ikuti saja. Apa pun mereknya diperlakukan sama. Satu tahun setelah pengajuan pertama boleh naik. Setuju tidak setuju bukan ranah untuk dibicarakan. Tapi kami sebagai pabrikan harus mentaati keputusan,” kata Amelia. (bns/ram)