Produsen Mobil Premium Bidik Pasar Mobil Bekas di China

 

Produsen Mobil Premium Bidik Pasar Mobil Bekas di China

Permintaan mobil baru yang tinggi di China tampaknya membuat bisnis mobil kian menancapkan kuku-kuku bisnisnya. Beberapa produsen mobil premium seperti BMW, Audi, dan Mercedes-Benz kini menatap peluang baru, yakni pasar mobil premium bekas.

Pasar mobil di China adalah yang terbesar. Menurut berita yang dilansir Reuters, China kini tengah bersiap untuk tumbuh antara 8 persen dan 10 persen tahun ini, Angka ini didorong oleh faktor pembeli yang semakin makmur, yang menggunakan mobil untuk perjalanan sehari-hari. Mereka memburu merek-merek mewah sebagai simbol status di dunia.

“Kami menggenjot bisnis penjualan mobil second. Kami memiliki 290 dealer yang menawarkan bersertifikat Audi pra-kepemilikan,” kata CEO Volkswagen, Rupert Stadler pemilik merek mobil premium, Audi, saat acara Auto China di Beijing Minggu (20/4/2014). Ia mengatakan, mobil yang biasanya telah dijual di lingkungan keluarga sendiri cenderung kembali ke dealer. “Ini menawarkan kesempatan untuk mendapat tambahan pendapatan dari bisnis purna jual,” imbuh Stadler.

Jumlah usaha yang direbut oleh beberapa dealer China menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan di masa depan. “Sebuah dealer top di Amerika Serikat menjual 2.500 mobil, di Jerman antara 600 dan 800 mobil,” kata Stadler. Sementara di China, Volkswagen memiliki beberapa dealer yang menjual antara 1.500 dan 3.000 mobil.

Audi sendiri mengharapkan kontribusi 40 persen dari penjualan tahun 2020 di China. Pihaknya berencana melatih 40.000 sampai 50.000 baru staf penjualan hingga tahun 2017 untuk memenuhi permintaan untuk mobil baru dan bekas.

Rival produsen mobil asal Jerman, BMW, berencana melatih 25.000 orang tahun ini untuk bekerja pada dealer di China. Ini akibat potensi meningkatnya permintaan mobil bekas.

“Mobil bekas masih merupakan bagian yang relatif kecil dari bisnis,” kata anggota dewan BMW, Ian Robertson. Di Eropa, sambungnya, dealer juga akan menjual yang lama untuk setiap mobil baru yang dijual. Di China, rasio mobil baru dan bekas adalah satu mobil bekas untuk setiap 10 mobil baru.

Pembuat Mercedes-Benz, Daimler juga mengincar bisnis mobil bekas di China. Mereka berencana untuk membuka 100 dealer baru tahun 2014 dan mendirikan showroom di 40 kota baru.

“Pasar mobil bekas tumbuh, dan kita berinvestasi untuk itu, bersama-sama dengan dealer kami,” kata anggota dewan Daimler, Hubertus Troska.

Pada 2013, penjualan mobil China tumbuh 13,9 persen menjadi 21.980.000 kendaraan, dengan segmen penumpang mewah mengalahkan pasar secara keseluruhan, mencatat pertumbuhan 20 persen.

Penjualan Mercedes-Benz di China, termasuk Hong Kong, naik 11 persen menjadi 228.000 pada tahun 2013. Ke depan, mereka memiliki rencana untuk menjual lebih dari 300.000 mobil per tahun pada tahun 2015.(wh)