Produsen Lokal Mampu Bikin Uang Kertas

Produsen Lokal Mampu Bikin Uang Kertas

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengatakan pemerintah berupaya terus mendorong daya saing industri pulp dan kertas di dalam negeri.

”Harus ada dorongan menggunakan kertas produksi dalam negeri. Sebagai gambaran, untuk kertas uang saja, impornya setiap tahun bisa sampai Rp 600 miliar,” kata Panggah, di Jakarta.

Padahal, industri kertas di dalam negeri dinilai mampu menghasilkan produk kertas uang tersebut. Dorongan pemakaian produk dalam negeri sebagai substitusi produk impor tersebut diyakini dapat mengurangi defisit perdagangan.

Kata dia, dalam waktu dekat akan diberlakukan sistem verifikasi legalitas kayu terhadap produk kertas impor.

Pemerintah juga akan menelusuri produk kertas impor yang sekiranya bisa disubstitusi dengan produk kertas dalam negeri, misalnya kertas uang dan kertas berharga, termasuk kertas untuk paspor dan cukai.

Potensi Tumbuh

Industri kertas di Indonesia berpeluang tumbuh menimbang besarnya potensi pengelolaan hutan tanaman industri. Di sisi lain, mutlak dibutuhkan dukungan kebijakan pemerintah untuk menunjang daya saing industri kertas di dalam negeri.

”Keunggulan Indonesia banyak. Dari 10 juta hektar lahan yang disiapkan untuk hutan tanaman industri, misalnya, yang terpakai baru sekitar 3,5 juta sampai 4 juta hektar,” kata Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Misbahul Huda.

Menurut Misbahul, tantangan yang dihadapi industri pulp dan kertas dalam negeri adalah meningkatkan efisiensi. ”Mesin-mesin medium, apalagi yang tua, pasti kalah dengan mesin besar yang baru di sisi efisiensi proses dan efisiensi energi,” ujarnya.

Berdasarkan data Kemenperin, nilai ekspor pulp dan kertas periode Januari-Oktober 2013 sebesar 4,660 miliar dollar AS, atau naik 0,78 persen dibandingkan periode sama tahun 2012 yang 4,624 miliar dollar AS.

Sementara itu, nilai impor pulp dan kertas naik 7,38 persen, yakni dari 2,555 miliar dollar AS pada periode Januari-Oktober 2012 menjadi 2,743 miliar dollar AS pada periode sama tahun 2013. (ant/bh)