Produktivitas Komoditas Hasil Tanam Jatim Masih Rendah

Produktivitas Komoditas Hasil Tanam Jatim Masih Rendah

Hadi Sulistyo. foto: arya wiraraja/enciety.co

Meningkatnya harga beberapa komoditas hasil tanam menjadi salah satu penyebab tingginya angka inflasi di Jawa Timur. Meski Jatim merupakan lumbung pangan nasional, tingkat produktivitas komoditas hasil tanam masih rendah jika dibandingkan konsumsi masyarakat. Seperti komoditas hasil tanam seperti bawang putih, cabai dan lain sebagainya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Hadi Sulistyo, pola konsumsi masyarakat tiap bulan sekitar 5 ribu ton. Per tahun, rata-rata konsumsi masyarakat ada sekitar 62 ribu ton.

“Produktivitas kita hanya sekitar 8 ribu per tahun. Jadi, kita minus kebutuhan konsumsi 54 ribu per tahun. Tiap tahun kebutuhan konsumsi ini akan terus bertambah. Jadi dapat dikatakan hal inilah yang menyebabkan tingginya harga bawang putih di pasaran,” ujar dia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (16/6/2019).

Hadi menuturkan, untuk menaggulangi hal tersebut, Pemprov Jatim telah menggalakkan beberapa program, di antaranya penyediaan bibit murah, atau bibit bersubsidi dan beberapa program perluasan lahan tanam.

“Permasalahnnya itu adalah produktivitas tanam kita yang harus ditambah sesuai kebutuhan dan peningkatan konsumsi masyarakat,” tegas Hadi.

Hadi juga menjelaskan jika pihaknya telah menggeber beberapa program peningkatan produktivitas hasil tanam. Di antaranya program Gebyar Varietas Tanam yang diadakan di Kabupaten Kediri.

Ide besarnya, kata dia, membangun eduagrowisata. Di sana bakal tanam beberapa varietas padi dan beberapa komoditas hasil tanam lain.

“Kita bakal tanam anggrek dan lain sebagainya. Harapannya bisa memperkenalkan berbagai jenis varietas tanaman supaya masyarakat bisa memahami dan ikut mengembangkan dengan menanam varietas tanaman lain. Harapan kita masyarakat juga bisa berpatisipasi,” tandas Hadi.(wh)