Produksi Tembakau Jawa Dikurangi

 

Produksi Tembakau Jawa Dikurangi

Produksi tembakau Jawa kini dikurangi.  Upaya ini dilakukan  seiring dengan perubahan selera  pasar dimana mengarah pada rokok putihan (sigaret rokok mesin) dibanding  rokok kretek (sigaret rokok tangan).

“Tembakau Jawa kini perkembangannya mulai dikurangi. Selain ada perubahan pola merokok masyarakat dari kretek ke rokok putihan (mengguankan filter), tembakau Jawa juga memiliki kandungan kadar nikoton yang cukup tinggi sehingga harus dikurangi produksinya,” kata Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Moch Samsul Arifien, Jumat (23/5/2014).

Menurut dia, produksi rokok kretek saat ini cukup kecil yakni hanya 8 persen dari total produksi rokok setahun. Sisanya sebanyak 92 persen adalah rokok putihan yang diproduksi dengan mesin. Jika tahun 2013 produksi rokok 340 miliar batang, maka produksi rokok kretek yang biasa menggunakan tembakau Jawa hanya 27,2 miliar batang. Sisalnya 312,8 miliar batang adalah rokok putihan.

“Pengendalian tembakau Jawa ini tidak terlalu berpengaruh, karena kebutuhannya juga tidak terlalu besar. Petani juga tidak perlu resah, karena mitra produksi sigaret masih memerlukan tembakau Jawa walau jumlahnya tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Tahun ini, lanjut dia, produksi tembakau Jatim diperkirakan mencapai 90 ribu hekatre dengan hasil produksi tembakau sebanyak 70 ribu ton. Dari hasil produksi tersebut, sebanyak 60 ribu ton disiapkan untuk dibeli pabrik besar dan 10 ribu ton sisanya untuk stok pabrik kecil.\

Ia menuturkan, kebutuhan untuk rokok putihan yang cukup besar, kata Samsul, maka kini Jatim terus berupaya memproduksi jenis tembakau dengan kadar nikotin dan TAR yang rendah. Misalnya, jenis Paiton, Birginia, Madura, dan Besuki Na Oost. Untuk harga tembakau Madura sekitar Rp 35 ribu/kg, Paiton Rp 28 ribu/kg, Virginia rajangan Rp 15 ribu/kg dan omprongan Rp 23 ribu, sedangkan Beskui Na Oost Rp 75 ribu/kg.

Dalam setahun, kebutuhan tembakau untuk pabrik rokok secara nasional sebanyak 280 ribu ton. Indonesia hanya mampu memproduksi 200 ribu ton dan sisanya 80 ribu ton impor amsih dipenuhi dari tembakau impor seperti dari China. (ram)