Produksi Teh Sulit Meningkat karena Minim Investasi

Produksi Teh Sulit Meningkat karena Minim Investasi

Kendati produk teh Indonesia diminati di pasar ekspor seperti Amerika Serikat (AS), namun produksinya masih sulit meningkat. Stagnasi produksi teh dalam negeri lebih disebabkan karena masih minimnya investasi dan pengembangan. Akibatnya petani teh tidak dapat meningkatkan produksi yang berkualitas.

“Belakangan ini investasi pengembangan teh menjadi sangat langka. Upaya pemerintah menggenjot produksi teh tanpa dibarengi pemberian pupuk dan pengembangan industri teh lokal. Yang diperlukan sekarang ialah investasi untuk peningkatan dalam good practice produksi, good practice pengolahan, good practice pemasaran dan Sumber Daya Manusia,” ujar Sekretaris Eksekutif Asosiasi Teh Indonesia Atik Darmadi, Jumat (15/5/2015).

Kata dia, investasi untuk pengembangan komoditi teh puluhan tahun lalu cukup berdampak signifikan. Pada tahun 1972 ada pinjaman dari World Bank sebesar USD 30 juta untuk pengembangan perkebunan teh negara. Sejak itu kinerja industri teh dalam negeri berkembang dan terus meningkat selama 30 tahun hingga 35 tahun.

Untuk itu, ia menganggap saatnya ini investasi diperlukan kembali. “Peluang pasar teh di pasar domestik dan internasional masih cukup besar. Penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta merupakan pasar yang menjanjikan. Namun hingga kini, penduduk Indonesia yang besar itu belum mendapatkan teh yang benar-benar baik dan menyegarkan,” katanya.

Atik menyarankan agar pemerintah berinvestasi dari pinjaman atau joint operation dengan pelaku pasar internasional dalam mengembangkan industri teh nasional. Tahun 2014, ekspor teh Indonesia menguasai 1,66 persen pangsa pasar teh di AS. Nilai ekspor teh di AS mencapai sebesar USD 8,19 juta pada tahun lalu.

Akibat stagnasi produksi, selera masyarakat pun berubah. Kini masyarakat banyak yang lebih menyukai teh impor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor teh sejak 2010 mencapai 109.000 ton. Lalu pada 2011 naik menjadi 198.000 ton dan terus meningkat menjadi 244.000 ton pada 2012. Namun, tahun 2013 sempat turun menjadi 204.000 ton. Tingginya nilai impor tersebut membuat produksi teh lokal kian lesu.

“Produksi teh yang terus turun terjadi karena kualitas teh lokal yang kurang dapat bersaing dengan teh impor. Selain juga karena selera orang Indonesia sepertinya lebih menyukai teh impor,” ujar Direktur Tanaman Rempah Penyegar Kementerian Pertanian Azwar Abubakar.

Menurut dia, masa kejayaan teh Indonesia kian memudar. Sepanjang tiga tahun terakhir produksi teh lokal mulai menurun. Kementerian Pertanian menghitung, pada tahun 2010 produksi teh mencapai 156.604 ton. Setahun kemudian, produksi teh terus menurun menjadi 150.776 ton. Tahun 2012, produksi teh terus tergerus menjadi 145.575 ton dan terakhir pada 2013 naik tipis menjadi 146.682 ton. Tahun ini, Kementerian Pertanian memprediksi produksi hanya tumbuh 1 persen menjadi 147.704 ton.

Penurunan produksi teh Indonesia disayangkannya. Hal ini karena Indonesia merupakan negara penghasil teh terbaik ketujuh di dunia setelah Tiongkok, India, Kenya, Srilanka, Vietnam dan Turki. Salah satu nilai plus teh asli Indonesia adalah kadar kateking atau antioksidannya tertinggi di dunia. (kmf/wh)

1 komentar di “Produksi Teh Sulit Meningkat karena Minim Investasi

  1. ,,.,KISAH NYATA ,,,,,,,

    Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

    Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada
    teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang
    property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan
    fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya
    kepada semua orang, hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri
    dan membawa semua yng saya punya, akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan
    saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta , saya stress dan hamper
    bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi
    entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg
    menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan
    kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
    dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu
    katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan KI JAMBRONG hidupnya
    kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu
    saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan
    menghubungi KI JAMBRONG di No 0853-1712-1219. Semua petunjuk AKI saya ikuti dan
    hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya,
    akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya
    lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih KI
    JAMBRONG saya tidak akan melupakan jasa AKI. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN
    DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB KI
    JAMBRONG DI 0853-1712-1219. (TANPA TUMBAL/AMAN).;'[]

Komentar di tutup.