Produksi Rokok Wismilak Tumbuh 18 Persen

 

Produksi Rokok Wismilak Tumbuh 18 Persen

PT Gelora Djaja, anak usaha PT Wismilak Inti Makmur Tbk, mencatat pertumbuhan produksi rokok untuk jenis mild sebesar 18 persen. Jumlah itu setara dengan 800 juta batang rokok jenis mild dibanding periode yang sama tahun lalu.

Wismilak menganggap produksi tersebut sesuai dengan harapan dengan pertumbuhan double digit pada semester pertama tahun ini. Catatan pertumbuhan itu nyaris tidak menggoyahkan kebulan asap rokok, meski pemerintah menganjurkan dalam bungkus rokok disertakan gambar menyeramkan.

“Kami optimistis bisa memertahankan pertumbuhan double digit sampai akhir tahun, meski ada sejumlah aturan dari pemerintah yang berpotensi memiliki dampak,” kata Brand Manager PT Gelora Djaja Christian Hariyanto, Kamis (4/9/2014).

Peraturan yang dimaksud adalah pencantuman gambar menyeramkan per 24 Juni, di bungkus rokok sempat mendapat respons dari penjual. Tetapi respons pasar menanggapi negatif, lantaran pembelian rokok dari konsumen masih relatif tinggi.

Pihak Wismilak memiliki sejumlah stragtegi untuk terus mendorong menjaga market. “Ada sejumlah pasar baru yang bisa kita garap, seperti kantung-kantung komunitas, dan beberapa daerah yang bisa kita perkuat pasar,” lanjut Christian.

Peran komunitas diangga penting, sebagai salah satu ujung tombak pemasaran, tetapi tidak membagikan rokok didepan umum.

Sejumlah daerah yang dianggap cukup kuat pemasraan Wismilak Mild adalah Solo, Jogja, Semarang, Surabaya, dan Malang. “Untuk secondary city kita juga cukup besar kontribusinya, meski tidak sebesar kota-kota yang kita sebut tadi,” tambahnya.

Terpisah, Product Group Manager Doni Arya menambahkan, kontribusi produk mild memberi kontribusi sebesar 70 persen dari total produksi Wismilak. Kontribusinya masih besar untuk jenis SKM, karena memang pasarnya sedang menguat,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini, Wismilak juga tengah menyiapkan salah satu produk baru yang akan dirilis tahun depan. “Kita sedang memersiapkan kejutan buat pasar. Kemungkinan tahun depan kita rilis dan masih seputar SKM,” tutupnya. (wh)