Tahun ini, Produksi Kakao Indonesia Peringkat Tiga Dunia

 

Tahun ini, Produksi Kakao Indonesia Peringkat Tiga Dunia

Kakao Indonesia  tahun terbilang moncer setelah mengalami peningkatan produksi secara global. Hingga tahun ini produksi kakao Indonesia meraih ranking ke 3 tingkat dunia, setelah mampu menghasilkan 720 ribu ton

Tingginya produksi kakao Indonesia ini tidak dibarengi dengan konsumsi masyarakat yang masih rendah atau hanya 0,3 kg perkapita per tahun. Konsumsi dalam negeri masih kalah jauh dibanding Finlandia yang mencapai 10 kg per kapita per tahun.

Kepala Dinas Perkebunan Jatim Moch Samsul Arifien mengatakan, produksi kakao di  Jawa Timur telah mencapai 35 ribu ton. Produksi ini bisa dibilang prestasi lantaran terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

“Tahun 2011 produksi kita tercapai 24 ribu ton, setahun berikutnya menjadi 26 ribu ton, dan 2013 hingga triwulan ketiga 32 ribu ton,” jelasnya. Hingga triwulan pertama produksi kakao bisa mencapai 35 ribu ton, tidak tertutup kemungkinan bisa tumbuh hingga akhir tahun ini.

Pemprov Jatim melalui Dinas Perkebunan Jatim telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. Sebab pada masa reformasi penurunan produktivitas sangat drastis hingga mencapai 50 persen.

Pada masa itu banyak pohon kakao yang dilakukan konversi dengan tanaman semusim oleh masyarakat. Akibatnya selain lahan yang berkurang, kakao juga kehilangan mutu dan kualitas. Dampaknya tidak hanya penurunan produksi, tetapi juga kualitas. Selain itu juga ada permasalahan sosial antara warga dengan perkebunan.

Salah satunya dengan program kakao belt disepanjang pantai selatan dalam lima tahun terakhir ini mampu mendorong produktivitas kakao. “Kakao Belt ini menanam kakao mulai dari Banyuwangi hingga Pacitan, dan terbukti sukses meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Saat ini Pemprov Jatim tengah meningkatkan mutu kakao untuk bersaing dengan pasar bebas pada tahun 2015. Salah satunya dengan menyiapkan bibit berkualitas dan penyuluhan produksi. (wh)